LAHAT (Arungmedia.com)– Inovasi teknologi ramah lingkungan berhasil diterapkan di Desa Banu Ayu, Kabupaten Lahat. Tim peneliti di bawah kepemimpinan Dr. Nopriawan Mahriadi, M.Sc, melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Eco Innovation: Teknologi Biogas Berbasis Limbah Ternak.” Program ini dilaksanakan sebanyak delapan kali pertemuan, terhitung mulai 7 Oktober hingga 10 November, dengan fokus menyediakan sumber energi alternatif sekaligus mengatasi masalah limbah ternak di daerah tertinggal.Kegiatan ini melibatkan kolaborasi intensif dengan warga, khususnya anggota Kelompok Tani Maju Bersama. Pembangunan instalasi biogas komunal ini memanfaatkan limbah ternak untuk diubah menjadi gas metana yang dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga, seperti memasak dan penerangan. Selain itu, proses ini menghasilkan produk samping berupa slurry yang menjadi pupuk organik kaya nutrisi.
Ketua Pengusul program, Dr. Nopriawan Mahriadi, M.Sc, menyampaikan bahwa inisiatif ini sangat penting untuk mewujudkan kemandirian energi dan sanitasi lingkungan desa. “Teknologi biogas ini memberikan manfaat ganda, yaitu solusi energi alternatif yang lebih murah dan berkelanjutan, serta solusi sanitasi lingkungan. Kami berharap Banu Ayu dapat menjadi percontohan desa mandiri energi di Lahat,” ujar Dr. Nopriawan.
Penerapan inovasi selama periode satu bulan lebih ini disambut baik oleh masyarakat. Dodi Hardianto, salah seorang anggota Kelompok Tani Maju Bersama, menyatakan program ini sangat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. “Selama ini kami kesulitan mengurus limbah ternak, dan biaya gas elpiji cukup memberatkan. Dengan adanya biogas ini, kami bisa memasak gratis, limbah bersih, dan sisa olahannya jadi pupuk bagus. Ini betul-betul solusi menyeluruh,” tuturnya.
Sementara itu, Elda Pepiya Putri (Perwakilan Mahasiswa Tim Pengabdian), salah satu mahasiswa yang terlibat langsung di lapangan, menekankan aspek pemberdayaan masyarakat. “Peran kami bukan hanya membangun instalasi, tetapi memastikan transfer pengetahuan berjalan optimal. Kami melatih warga cara operasional dan perawatan instalasi secara mandiri. Ini adalah bentuk kontribusi nyata kami sebagai akademisi muda untuk memecahkan masalah energi dan lingkungan di daerah,” kata Elda.
Diharapkan, penerapan teknologi Biogas ini akan mengurangi ketergantungan masyarakat Desa Banu Ayu terhadap bahan bakar konvensional yang fluktuatif, serta menciptakan ekosistem desa yang lebih bersih dan sehat secara berkelanjutan di masa mendatang. (**)







