Revitalisasi Pertanian Kopi Lahat: BEM Stisipol Candradimuka Dorong Kemandirian Ekonomi Petani Melalui Tumpang Sari

Lahat3,230 views
LAHAT (Arungmedia.com)– Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIPOL Candradimuka Palembang berhasil menuntaskan Program Mahasiswa Berdampak 2025 di Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat. Program intensif yang bertajuk “Revitalisasi Pertanian Lestari dan Agroindustri Kopi Keban Agung Berbasis Pemberdayaan Masyarakat dalam Penguatan Ekonomi Inklusif Daerah Tertinggal” ini dilaksanakan sebanyak delapan kali pertemuan selama dua bulan, terhitung mulai 10 September hingga 9 November.
Program Mahasiswa Berdampak 2025 secara langsung menyasar lebih dari 60 anggota Kelompok Tani Maju Bersama di Keban Agung. Mahasiswa bersama dosen pembimbing terjun langsung ke kebun kopi warga, memberikan pelatihan teknik pengolahan pascapanen, serta praktik lapangan untuk revitalisasi tumpang sari. Selain itu, pendampingan juga mencakup strategi manajemen pemasaran modern dan pemanfaatan e-commerce guna meningkatkan nilai jual dan memperluas jangkauan pasar produk petani.
Ketua Pengusul Program, Dr. Icuk Muhammad Sakir, M.Si, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kontribusi akademisi dan mahasiswa dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat desa yang berbasis pada potensi lokal yang dimiliki.
Muhammad Ridwan Malik (Ketua BEM STISIPOL Candradimuka 2025), menekankan komitmen tim mahasiswa dalam pelaksanaan program. “Kami melihat potensi luar biasa dari kopi Lahat. Melalui pendampingan ini, kami tidak hanya berbagi ilmu tentang tumpang sari dan pemasaran digital, tetapi juga belajar langsung dari kearifan lokal petani. Ini adalah pembelajaran dua arah yang sangat berharga dan menjadi komitmen kami untuk memastikan Desa Keban Agung memiliki ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh masyarakat setempat. Agus Mansyah, salah seorang anggota Kelompok Tani Maju Bersama, mengapresiasi solusi tumpang sari yang ditawarkan. Ia menjelaskan bahwa selama ini kopi hanya dimanfaatkan setahun sekali saat panen, yang tidak menghasilkan ekonomi tambahan di bulan-bulan lainnya.
“Program mahasiswa berdampak ini sangat membantu, terutama revitalisasi tumpang sari untuk menambah nilai ekonomi,” ujar Agus Mansyah. “Dengan adanya pelatihan ini, petani bisa memanfaatkan sela di antara tanaman kopi, seperti jahe, nanas, dan lainnya, selain itu mahasiswa membantu cara pemasaran melalui e-commerce,” tambahnya, menunjukkan harapannya terhadap peningkatan kesejahteraan melalui diversifikasi hasil bumi.
Diharapkan, melalui sinergi antara STISIPOL Candradimuka dan Kelompok Tani Maju Bersama, Desa Keban Agung dapat menjadi model agroindustri kopi berbasis masyarakat yang mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan. (**)
Baca Juga:   Jembatan Muara Lawai di Kabupaten Lahat Ambruk