Palembang (Arungmedia.com) – Reuni lintas generasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Palembang menjadi momentum penting untuk menyatukan kembali energi dan memperkuat soliditas organisasi. Tak sekadar ajang temu kangen, kegiatan ini menjelma sebagai ruang konsolidasi yang mempertemukan pengurus lama dan baru dalam satu semangat memajukan olahraga daerah.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan langsung terasa sejak kegiatan dimulai. Pengurus aktif, mantan pengurus, hingga tokoh-tokoh olahraga yang pernah berkiprah di KONI Palembang hadir, melebur dalam nostalgia yang sarat makna sekaligus refleksi perjalanan panjang organisasi.
Mantan Ketua Umum KONI Kota Palembang dua periode 2011–2019, Ir. Suparman Romans, M.Si, yang juga pernah menjabat Sekretaris Umum KONI Sumatera Selatan periode 2020–2024, menyampaikan refleksi mendalam. Ia menilai reuni ini sebagai ruang merawat ingatan kolektif tentang kerja keras, semangat juang, dan kebersamaan yang telah dibangun.
Ia mengenang perjalanan panjang KONI Palembang yang penuh dinamika hingga mampu menorehkan prestasi, termasuk mengantarkan kota ini meraih gelar juara umum dua kali pada ajang Porprov Sumatera Selatan.
“Tidak ada keberhasilan yang lahir secara instan. Semua dibangun dari dedikasi, loyalitas, dan kebersamaan seluruh insan olahraga,” ungkapnya.
Bang Parman, begitu sapaan akrabnya, juga mengajak seluruh keluarga besar KONI Palembang untuk terus menjaga soliditas dan memperkuat komunikasi lintas generasi. Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks dan menuntut profesionalisme yang lebih tinggi.
Senada dengan itu, Ketua KONI Kota Palembang, H. Anton Nurdin, menegaskan bahwa reuni ini memiliki arti strategis bagi organisasi. Ia menyebut, kebersamaan yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam menjaga kesinambungan prestasi.
“Ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi momentum untuk menyatukan kembali energi dan memperkuat soliditas. Dengan kebersamaan, saya yakin KONI Palembang mampu terus melahirkan prestasi yang membanggakan,” ujar Anton.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet tidak bisa dilepaskan dari sinergi antara pengurus, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan pengalaman para senior sebagai pijakan dalam melangkah ke depan.
Sejumlah tokoh olahraga yang hadir, di antaranya Agung Rahmadi, Rubi Indiarta, Ali Ruben, Rebo Iskandar, Edward Juliarta, dan Hamzah Zainuddin. Turut hadir pula Wakil Ketua Umum II KONI Sumsel, Kol. TNI (Purn) H. Sudinoto.
Rubi Indiarta mengenang awal perjalanannya di KONI sebagai pengurus termuda yang diajak langsung oleh Suparman Romans pada 2008. Dari posisi awal di bidang perlengkapan, ia menapaki proses panjang yang membentuk karakter dan loyalitasnya dalam berorganisasi.
“Semua ini tidak instan. Dibangun dari kebersamaan, hubungan yang dijaga, dan kepercayaan. Bagi saya, KONI bukan sekadar organisasi, tapi rumah tempat saya belajar dan bertumbuh,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang ini.
Ia menegaskan, sepanjang perjalanannya, ia tidak pernah mengejar jabatan. Baginya, kontribusi dan kebersamaan jauh lebih utama.
“Saya berorganisasi banyak belajar dari Bang Parman, dan saya selalu ikut dengannya. Bang Parman ke KONI Sumsel, pokoknya saya ikut. Terserah, di mana pun ditempatkannya, saya jalani. Yang penting tetap bisa ikut dan berbuat untuk masyarakat dan KONI,” tambah petinggi partai Golkar ini.
Tak hanya sarat makna, suasana reuni juga semakin meriah dengan adanya pembagian door prize. Beragam hadiah dibagikan kepada peserta, disambut antusias dan tawa kebersamaan yang menambah kehangatan acara.
Reuni ini sekaligus menjadi ruang evaluasi terbuka terhadap perjalanan organisasi. Berbagai capaian dan tantangan dibahas sebagai bahan refleksi untuk memperkuat kinerja ke depan, sekaligus memastikan kesinambungan pembinaan atlet.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Dalam satu barisan, lintas generasi pengurus dan insan olahraga menyatu, mengabadikan momen kebersamaan yang sarat makna. Suasana semakin menggema saat yel-yel khas digaungkan bersama, “KONI Kota Palembang… berjuang, berjuang, keluarga!” menjadi simbol kuatnya ikatan emosional sekaligus tekad bersama untuk terus melangkah maju.
Di penghujung kegiatan, satu pesan mengemuka, olahraga bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan tentang membangun karakter, disiplin, dan kebanggaan daerah.
Reuni ini pun menegaskan bahwa KONI Kota Palembang adalah rumah besar yang menyatukan semangat, pengabdian, dan cita-cita untuk terus mengharumkan nama daerah di pentas olahraga. (**/As)






