Siswa SD di Palembang Keracunan Minuman Botol

Palembang796 views

Palembang, Arungmedia.com, —-‘ Sebanyak 4 orang siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 39 Palembang terpaksa di larikan ke rumah sakit usai mengkonsumsi minuman semprot. Kejadian ini membuat heboh karena tersebarnya pesan berantai bahayanya minuman semprot tersebut.

Belakangan terungkap, minuman semprot yang di maksud telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian ini terjadi di SDN 39 Palembang Senin (29/7/2024)  lalu saat jam istirahat sekolah. Setelah meminumnya, para korban langsung mengalami sesak nafas. Bahkan, ada siswa yang mengalami kejang-kejang.

Menanggapi kejadian itu, Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Amri mengatakan jika empat siswa tersebut sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

” Kita juga sudah turun ke SD 39 mengecek langsung penyebab keracunan dan meminta kantin tidak menjual minuman itu lagi. Akibat dari kejadian ini, 1 siswa sudah diperbolehkan pulang pada Senin siang, dan 3 lagi masih dirawat inap untuk dilakukan observasi mendalam,” ujar Amri.

Sementara itu, Plt Kepala BPOM Palembang, Tedy Wirawan, membenarkan telah melakukan penelusuran.

“Kami sudah menelusuri ke sekolah SD Negeri 39 Palembang, produk Minuman Berperisa Semprot terdaftar di BPOM MD266631013261,” katanya.

Meskipun demikian, belum diketahui penyebab siswa kejang usai mengonsumsinya.

BPOM sudah mengambil sampel namun hasil pengujian belum keluar.

“Lama pengujian bisa diketahui setelah ada kepastian pengujian apa yang perlu dilakukan,” ujar Teddy.

Untuk sementara, semua stok minuman semprot ditarik untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Polisi turun tangan

Polisi dari jajaran Polsek Ilir Timur I Palembang turut turun tangan.

Petugas sudah mendatangi lokasi guna mencari keterangan.

Kanit Reskrim Polsek Ilir Timur I Palembang, AKP Andrian, memastikan status penjual minuman sebagai terperiksa.

Baca Juga:   Ratusan Mahasiswa dan Pemuda Hadiri Diskusi BBM Bersubsidi: Regulasi dan Pengawasan Jadi Fokus Utama

Berdasarkan pengakuan si pedang, ia membelinya di agen di Pasar 16 Ilir dengan kemasan besar berisi 30 botol dan sudah separuh atau 15 botol terjual.

“Masih di interogasi untuk diperiksa, statusnya masih diperiksa,” katanya.