Miliki 3 Balita, Polwan Bakar Suami di Mojokerto Begini Kabar Terbarunya..!

Berita173 views

Jatim, Arungmedia.com, —  Polres Mojekerto, Jawa Timur (Jatim) menetapkan Briptu FN sebagai tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap suaminya sendiri Briptu RDW hingga tewas, kini  Penyidik Remaja, Anak dan Wanita (Renata) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim menempatakan sang polisi wanita (polwan) di Pusat Pelayanan Terpadu Polda Jatim lantaran masih memiliki tiga anak berusia balita.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Komisaris Besar Dirmanto mengatakan, Briptu FN yang merupakan anggota Polres Mojokerto itu membakar suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono (RDW), anggota Polres Jombang, di kediaman mereka di asrama polisi Polres Mojokerto, Sabtu (8/6/2024). RDW kemudian dinyatakan meninggal dunia pada Ahad akibat luka bakar parah yang dideritanya.

“Saat ini (Briptu) FN selaku tersangka sudah ditetapkan sebagai tersangka, Dan saat ini tidak lakukan penahanan sebagaimana mestiinya, mengingat tersangka masih memiliki tiga orang anak balita yang masih harus mendapatkan perawatan khusus, maka ada hak anak yang harus tetap dapat terpenuhi sesuai amanat undang-undang. Oleh karena itu, penyidik menempatkan  tersangka di Pusat Pelayanan Terpadu Polda Jatim, ” katanya, Selasa (11/6/2024).

Lanjut Dirmanto, dari sisi psikologis, tersangka tengah dalam kondisi terguncang dan mengalami trauma yang mendalam.

“Sudah dilakukan penahanan. Tapi yang bersangkutan saat ini masih mengalami trauma yang mendalam,” ujarnya.

Dirmanato berujar kondisi FN saat ini sangat menyesal dan trauma mendalam setelah suaminya dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Mojokerto karena luka bakar yang di deritanya.

Menurut Dirmanto kronologi kejadian tragis itu berawal saat korban pulang ke asrama pada Sabtu kemarin, 8 Juni jam 09.00 dan keduanya terlibat cekcok. Pelaku marah karena gaji 13 suaminya sebesar Rp 2.800.000 hanya tersisa Rp 800.000 saja.

Baca Juga:   Kumpulkan Camat Hingga Kades,  Pj. Gubernur Sumsel Bahas Karhutlah

” ” Jadi korban, mohon maaf ini, sering menghabiskan uang belanja yang seharusnya untuk membiayai hidup tiga anaknya yang masih kecil justru dipakai untuk bermain judi online, itu alasan mengapa pelaku secara spontan melakukan kejahatan tersebut, mungkin karena terlalu kecewa ” kata Dirmanto.

Komentar