May Day 2026, PGK Sumsel Tekankan Penguatan Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Palembang55 views
Palembang (Arungmedia.com)— Momentum Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026, dimanfaatkan Dewan Pimpinan Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPW PGK) Sumatera Selatan untuk menegaskan kembali pentingnya perlindungan menyeluruh bagi pekerja.
Ketua DPW PGK Sumsel, Firdaus Hasbullah, menyebut buruh sebagai penopang utama roda ekonomi yang selama ini bekerja di balik pertumbuhan daerah. Karena itu, ia menilai peringatan May Day semestinya tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang refleksi sekaligus dorongan konkret bagi perbaikan sistem ketenagakerjaan.
“Buruh memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan. Sudah seharusnya negara dan seluruh pemangku kepentingan memastikan hak-hak mereka terlindungi, termasuk jaminan sosial dan kepastian kerja,” ujar Firdaus dalam keterangan tertulis, Jumat (1/5/2026).
Menurut FH, sapaan akrabnya, sektor ketenagakerjaan masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar. Mulai dari lemahnya pengawasan terhadap implementasi regulasi hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang belum merata.
Dalam konteks itu, PGK Sumsel mendorong pemerintah untuk memperkuat fungsi pengawasan, khususnya terkait pemenuhan upah layak, pengaturan jam kerja, serta standar keselamatan kerja. Di saat yang sama, program peningkatan keterampilan dinilai perlu diperluas agar tenaga kerja mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri.
Tak hanya pemerintah, kalangan dunia usaha juga diminta mengambil peran lebih aktif. Perusahaan didorong membangun hubungan industrial yang sehat, terbuka, dan berkeadilan, dengan memastikan hak normatif pekerja terpenuhi serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan manusiawi.
PGK turut menyoroti peran strategis serikat pekerja. Organisasi buruh diharapkan tetap solid dan konstruktif dalam memperjuangkan kepentingan anggotanya, sekaligus menjaga keseimbangan antara aspirasi pekerja dan stabilitas dunia usaha.
Di sisi lain, para pekerja juga diingatkan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Disiplin, profesionalitas, serta penyampaian aspirasi secara tertib menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kerja yang produktif.
Firdaus yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja merupakan kunci menciptakan hubungan industrial yang berkelanjutan.
“Sinergi harus dijaga. Dengan semangat kebersamaan, kesejahteraan buruh dapat berjalan seiring dengan kemajuan pembangunan daerah,” ujarnya.
PGK Sumsel menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa kesejahteraan buruh bukan sekadar tuntutan sektoral, melainkan fondasi bagi kemajuan bangsa.(As)*
Baca Juga:   Tersengat Listrk Buruh Bangunan Meninggal Dunia di Atap Rumah