Keseimbangan Bahasa Masyarakat Adalah Keadilan

Artikel395 Dilihat

Oleh: H Albar Sentosa Subari*

Kata yang tepat bagi keseimbangan dalam masyarakat adalah “keadilan”  dalam bahasa Jerman “gerechtigkeit”, maka yang selalu harus diingat oleh para ahli hukum dalam menafsirkan peraturan peraturan hukum ialah rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat.
Rasa keadilan pada pokoknya merupakan buah pekerjaan kerohanian dari seorang manusia. Dan seorang manusia pada pokoknya bersifat perorangan, subjektif. Maka timbul pertanyaan, apa rasa keadilan yang bersifat perseorangan inilah yang harus diperhatikan oleh para ahli hukum. Apakah dengan ini cara pemikiran para ahli hukum tidak menjadi sangat goyang, oleh karena masing masing orang tentunya mempunyai rasa keadilan sendiri.
Memang sudah masuk kodrat alam, bahwa tiap tiap orang manusia pada umumnya mementingkan diri sendiri. Tiap tiap tindakan dan perbuatan seseorang selalu bertujuan untuk menambah rasa kenikmatan.
Tetapi dalam hidup bermasyarakat, tiap tiap anggota masyarakat sudah dengan sendirinya, tanpa pikiran, merasa bahwa hawa nafsu masing masing pada akhirnya harus dikurangi dan diperbatasi untuk memberi kesempatan kepada yang lain lain anggota masyarakat untuk merasakan kenikmatan juga dalam hidup bersama di dunia ini.
Maka rasa keadilan tiap anggota masyarakat, meskipun melekat pada orang perorangan, pada umumnya sudah mengandung unsur saling harga menghargai pelbagai kepentingan masing-masing, sehingga sudah selayaknya, apabila diantara rasa keadilan dari berbagai anggota masyarakat ada persamaan irama yang memungkinkan persamaan ujud dari buah keadilan.
Dan kalau masih ada perbedaan antara rasa keadilan dari pelbagai anggota masyarakat, sehingga dalam masyarakat itu terlihat dua atau lebih aliran, yang masing-masing mempunyai penganut sendiri sendiri, maka kelanjutan zaman lah yang pada akhirnya akan menentukan, aliran mana yang mendapat penganut yang banyak. Untuk dapat melihat dan mengalami ini, diperhatikan suatu proses kemasyarakatan yang agak lambat.
Dalam mengejar memenuhi rasa keadilan ini, para ahli hukum harus mempunyai pandangan yang amat luas terhadap masyarakat seluruh nya, yang sebagian tidak berahlihukum, terutama para pencipta dan penemu hukum yaitu para penegak hukum. (**)

*Penulis adalah pengamat hukum di Sumatera Selatan