Jakarta – Rengasdengklok

NASIONAL1,172 views

Oleh: H Albar Sentosa Subari*

Mohammad Hatta dalam bukunya berjudul Sekitar Proklamasi, menceritakan situasi menjelang proklamasi Republik Indonesia. Salah satu sejarah adanya peristiwa ” Rengasdengklok ” .

Syahrir menemui Bung Hatta sekitas pukul 14 sore. Dia bertanya bagaimana kemerdekaan kita. Dalam pertemuan itu Syahrir menyampaikan usul agar segera mungkin Bung Karno membacakan proklamasi kemerdekaan.

Gagasan itu mereka bawa ke Bung Karno, namun Bung Karno menolak usul Syahrir tersebut. Alasannya dia sendiri sebagai pimpinan rakyat untuk bertindak sendiri, karena itu hak dari Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, alangkah janggal nya, saya kata Bung Karno mengucapkan kemerdekaan Indonesia melewati PPKI pada hal beliau adalah sebagai ketuanya.

Pada sore harinya tanggal 15 Agustus 1945 datang kerumah Bung Hatta 2 orang pemuda yaitu Subadio Sastrosatomo dan Subandi, anak Sdr. Margono Djojohadikusumo, mereka mendesak agar kemerdekaan Indonesia dilakukan sendiri jangan melalui PPKI. Pada pagi harinya sekitar pukul 9.30 wib datang Mr. Subardjo untuk bersama sama menemui Bung Karno karena dia didesak para pemuda.

Besok paginya usai sahur (bulan ramadan) Sukarni diruang tengah sudah menunggu. Sukarni menceritakan karena Bung Karno tidak mau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tadi malam, pemuda sudah putuskan nanti menjelang pukul 12 siang akan menyerbu kota bersama mahasiswa dan PETA melucuti Jepang.

Bung Karno dan Bung Hatta kami bawa ke Rengasdenglok untuk meneruskan pimpinan pemerintah Indonesia. Padahal hari itu sudah ada rencana sidang PPKI pukul10.pagi.

Setelah meninggalkan beberapa pesan Bung Hatta kepada keluarganya. Bersama Bung Karno beserta ibu Fatmawati dan Guntur masih berusia 9 bulan siap berangkat. Begitulah dengan beberapa kendaraan yang dikawal oleh pemuda berangkat ke Rengasdengklok. Sebelum sampai di Krawang Bung Karno dan Bung Hatta disuruh pindah kenderaan. Dengan siasat Sukarni cs agar sopir pertama tadi tidak dapat melacak arah tujuan.

Baca Juga:   Aneh Tapi Nyata

Sukarni sesampai di Rengasdengklok membuka pembicaraan bahwa maksud nya melakukan ini untuk memberi waktu menyiapkan persiapan kemerdekaan Indonesia.

Bung Hatta dan Bung Karno menghabiskan waktu di Rengasdengklok tanpa mengerjakan apa apa. Hingga pukul 3 sore, datang rombongan pemuda. Subardjo mengatakan di Jakarta biasa saja, tidak ada terjadi apa apa. Buat apa pemimpin pimpinan kita berada disini, sedangkan banyak hal yang harus dibereskan di Jakarta. [red]

*Penulis adalah Ketua Jaringan Pancamandala Sriwijaya-Sumsel