Heboh Jampidsus Dikuntit Densus 88, TNI Dimintai Pengamanan Ada Apa…?

NASIONAL593 views

Jakarta, Arungmedia.com,——Kepada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mendapat pengawalan super ketat oleh TNI dari satuan Polisi Militer (PM) pasca dugaan penguntitan yang dilakukan oleh anggota Densus 88 Antiteror beberapa waktu lalu di sebuah rumah makan di Jakarta.

Langkah ini diambil setelah tim pengamanan Jampidsus berhasil menangkap salah satu terduga pelaku dan adanya aksi konvoi kendaraan bermotor milik Polri yang berusaha masuk ke lingkungan kantor Kejagung pasca peristiwa tersebut.

” Jadi  kita diminta untuk melakukan pegamanan atas permintaan Kejaksaan Agung (Kejagung),” kata Danpuspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryantol dikutip dari kompas.com, Sabtu (25/5/2024).

Menurut Puspom TNI, langkah pengamanan ini ditempuh untuk menjaga stabilitas dan ketertiban di institusi hukum Indonesia. Sehingga, pihak Kejaksaan Agung dapat menjalankan tugas tanpa gangguan.

“Dengan adanya kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan situasi keamanan di Kejaksaan Agung dapat terjaga dengan baik, sehingga para penegak hukum dapat menjalankan tugasnya tanpa gangguan,” demikian keterangan Puspom TNI.

Terkait peristiwa dugaan Jampidsus dikuntit dua orang yang disebut Densus 88 antiteror Polri itu,  Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengaku belum mengetahui secara detail informasinya.

Ia berujar, sejak menangani kasus korupsi timah senilai Rp 271 triliun, Jampidsus memang dikawal polisi militer TNI atas bantuan pengamanan dari Jaksa Agung Muda Bidang Militer.

Ketut pun mengakui bahwa pihak Kejaksaan Agung kini meningkatkan pengamanan lantaran tengah menangani perkara besar.

” Saya belum mengetahui detail informasinya seperti apa. Namun kondisi Jampidsus enggak apa, kok. Ada dia. Enggak masalah. Enggak ada apa-apa, kok. Biasa saja. Semua berjalan seperti biasa. (Peningkatan) pengamanan itu hal yang biasa kalau eskalasi penanganan perkaranya banyak,” terangnya.

Baca Juga:   Misi Diplomatik di Timur Tengah

Polri Didesak Buka Suara Terkait Peristiwa Tersebut :

Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto meminta Polri, khususnya petinggi Densus 88 AT Polri memberikan penjelasan soal hal itu.

Densus 88 tentu bergerak bukan atas inisiatif masing-masing personel. Ada yang memerintahkan. Siapa dan apa motifnya tentu bisa dijelaskan oleh Kadensus 88,” kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (24/5).

Menurut Bambang, klarifikasi diperlukan guna mencegah berbagai macam spekulasi liar di masyarakat. “Apakah benar mereka adalah timnya, atau hanya digerakkan oleh oknum saja? Oknumnya siapa tentu juga bisa dijelaskan agar tak memunculkan pretensi berbagai macam di Masyarakat,” ucap Bambang melansir kontan.co.id

 

Berita Menarik Lainya!