Bunuh Diri Akibat Depresi Menanggung Penyakit Menahun

OKU1,085 views

OKU | Akibat penyakit yang dialami tak kunjung sembuh, Rizki Yanto bin Saniman (65) Pensiunan TNI warga Kelurahan Air Gading Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten OKU nekat bunuh diri, Selasa sore (20/04/2021) sekira pukul 16.30 WIB.

Menurut penuturan anak korban bernama Eko Suprianto (35), korban nekat gantung diri akibat penyakit menahun yang dialaminya tak kunjung sembuh sehingga membuat korban jadi depresi dan putus asa.

” Sebelum berhasil menggantung diri, korban pernah mau bunuh diri dengan cara bertahan di rel kereta api (KA) namun segera diketahui warga setempat sehingga masih bisa diselamatkan,” tutur Eko Suprianto.

Lebih lanjut karyawan swasta beralamat di RT.03 RW.04 Kelurahan Air Gading Kecamatan Barat Kabupaten OKU itu mengatakan, korban selama hidup bersamanya memang telah mengalami sakit menahun, yakni memendam sakit jantung, liver, diabetes dan sudah berulangkali keluar masuk rumah sakit namun tak kunjung sembuh sehingga korban mengalami depresi dan putus asa.

Kepala Kepolisian Resort Ogan Komering Ulu (Kapolres OKU) AKBP Arif Hidayat Ritonga, SIK, MH didampingi Kapolsek Baturaja Barat melalui Kasubbaghumas AKP Mardi Nursal kepada wartawan, Selasa (20/04/2021) malam, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.

Mardi Nursal mengatakan, pada hari Selasa (20/04/2021) malam, sekira pukul 19.00 WIB, pihaknya melalui Kanit Reskrim Polsek Baturaja Barat, Ipda Bustami mendapat informasi dari masyarakat bahwa di RT.03 RW.04 Kelurahan Air Gading Kecamatan Baturaja Barat telah terjadi korban gantung diri (bunuh diri). Atas informasi yang diterima Kanit Reskrim Polsek Baturaja Barat menghubungi piket SPKT dan piket SPKT mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Di TKP, anggota piket mendapati korban sudah dibaringkan di atas kasur depan kamar rumah korban dan di TKP anggota piket mendapat informasi langsung dari saksi atas nama Eko Suprianto selaku anak korban.

Baca Juga:   Polsek Sosoh Buay Rayap Adakan Vaksinasi Ke-2

Pada saat kejadian, Eko Suprianto sedang berada di rumah sakit menemani isterinya usai melahirkan dan mendapat telpon dari isteri korban bernama Daryati yang memberitahukan bahwa korban telah meninggal akibat gantung diri.

Atas informasi dari ibunya itu, saksi Eko Suprianto langsung pulang dan melihat korban telah meninggal dalam posisi gantung diri di tangga dapur dalam rumah.

Saksi Eko Suprianto mendekati korban dan melepaskan tali yang menjerat di leher korban serta kemudian dibaringkan di atas kasur depan kamar korban.

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap korban, petugas kesehatan dari pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kelurahan Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat yang dihadirkan di TKP menyatakan, memang benar korban meninggal dunia dimana pada bagian leher korban ditemukan bekas jeratan tali dan pada kemaluan korban ditemukan sperma.

Dalam peristiwa bunuh diri ini, juga ada dua cucu korban yang melihat korban tergantung dengan tali terlilit di leher korban, yakni Rentia Windia Sari (22), Ibu Rumah Tangga (IRT) dan Fahira Rara (6), Turut Orang Tua.
(Armin Pani)