oleh

Wanita Modern – Multi Fungsi

DPRD Sumsel mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-75, setiap 1 Juli 2021

Oelh: H. Albar Sentosa Subari, SH, SU*

Indonesia dewasa ini umumnya orang masih meanggap bahwa tugas pokok wanita sebagai ibu adalah pertama tama memelihara dan mengurus rumah tangga dengan sebaik baiknya. Kelihatannya masih agak janggal bilamana terdapat wanita yang kurang memahami tata rumah tangga dan mereka hanya duduk duduk bermalas malas saja. Bahkan sekarang kaum ibu di rumah tidak pernah tinggal diam dan selalu aktif.
Di samping itu bagi wanita yang telah memasuki lapangan pekerjaan, mereka dengan sendirinya dikurangi waktu nya untuk mengurus rumah tangga, anak anak bahkan suami, terutama yang bekerja di kantor kantor dengan berbagai profesi.
Kedudukan dan peranan mereka tampak nya menimbulkan masalah Baru,terutama bagi dirinya sendiri. Oleh karena dengan tuntutan tuntutan yang telah lama dilancarkan, bahkan yang semula mempunyai tendensi bersaing dengan kaum pria, kini mereka merasa harus memikirkan hal hal yang timbul dari padanya.
Banyak kaum wanita dewasa ini yang telah berhasil menduduki jabatan tinggi. Akan tetapi apakah mereka sebagai ibu selalu akan meninggalkan tugas pokoknya untuk keluarga nya. Masalah masalah baru yang timbul yang dimaksud di atas antara lain terutama remaja remaja yang sudah cukup dewasa lulusan perguruan tinggi. Banyak diantara mereka sudah mengeluarkan biaya kuliah dengan secara tiba tiba mereka harus meninggalkan semua itu. Banyak diantara mereka yang kecewa bahkan menjadi ibu rumah tangga.
Lalu sekarang (saat kjta memperingati hari Kartini tahun 2021 ini) bagaimana sesungguhnya kedudukan dan peranan wanita modern pada dewasa ini.
Alangkah baiknya bila pada masa sekarang ini kaum wanita mempunyai pandangan hidup yang lebih luas dalam arti bahwa wanita hendaknya mempunyai atau bersifat multi fungsionil.
Sebaiknya wanita mau kembali meninjau dirinya sendiri sebagai mahluk yang sangat banyak membutuhkan makna dan isi yang baru di dalam kehidupan nya.
Wanita yang multi fungsional ialah wanita tidak hanya berfungsi sebagai pemberi minum dan makan serta melayani keluarga, kemudian mengurusi segala keperluan mereka, akan tetapi sungguh sungguh menjadi teman sejati suami secara inti hakiki.
Dr. Soejatmoko dalam ceramahnya berjudul Gerakan Wanita Indonesia (kongres perwari ke XII, 1973 di Jakarta) berpendapat bahwa: Karena kesadaran diri dan tingkat emansipasi wanita Indonesia sudah cukup, maka wanita wanita Indonesia tidak menganggap dirinya hanya sebagai buntut suaminya, melainkan sebagai suatu unsur perjuangan bangsa Indonesia yang sama kemampuan dan haknya dengan unsur lain, dan kemampuan serta kewajiban tidak terbatas pada lingkup usaha suami.
Di dalam zaman sekarang kaum ibu sudah bisa membatasi diri diantara dinding dalam rumahnya. Di samping melakukan tugas pokok sebagai ibu, membina keluarga mau tidak mau ia harus mengikuti arus zaman karena ruang lingkup tugas dan kewajiban nya semakin luas.
Emansipasi yang dikehendaki kaum wanita bukan sekadar tuntutan persamaan hak antara wanita pria semata mata, tetapi emansipasi yang wajar. Tentu semua hal itu tidak terlepaskan dari masing masing kodratnya sebagai mahluk Allah yang sengaja diciptakan berpasangan guna mengujudkan keluarga yang sakinah mawaddah.

*Penulis adalah ketua Forum Pancamandala Sriwijaya Sumatera Selatan

Baca Juga:   Piagam Jakarta, Proklamasi dan Konstitusi

Komentar

Berita Terbaru Lainya