Tewas Usai Dianiaya Sesama Prajurit, Keluarga Prada Indra Histeris Buka Peti Mati..!

NASIONAL209 Dilihat

Papua, Arungmedia. com–Seorang prajurit TNI AU yang bertugas di Komando Operasi Udara III (Makoopsud III) Biak, Papua, Prada Muhammad Indra Wijaya meninggal dunia usai diduga mendapat tindakan kekerasan fisik oleh 4 rekannya.

Ia menghembuskan nafas terakhir, Sabtu (19/11/2022) usai menjalani perawatan di Rumah Sakit Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Manuhua Biak.

Sebelumnya, kematian Indra dianggap keluarga tak wajar dan ada kejanggalan. Sehingga pada waktu peti jenazah Indra tiba di rumah duka di Semarang, Rabu (23/11/2022) keluarga pun membuka paksa peti mati tersebut dan melihat jenazah Indra yang sudah dikafani dipenuhi darah.

Keluarga yang terkejut pun langsung membuka seluruh kain kafan Indra karena merasa curiga atas kematian Indra. Kondisi tersebut membuat keluarga menangis histeris.

Kakak perempuan Prada Indra, Rika Wijaya mengatakan pihak TNI AU menyetujui permohonan otopsi terhadap jenazah adiknya yang diajukan oleh keluarga.

Otopsi dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang berdasarkan rekomendasi dan pendampingan dari Polsek Kelapa Dua, Tangerang.

” Maka dari Polsek langsung dibawa menuju RSUD Kabupaten Tangerang dan dilakukan otopsi pada Minggu 20 November 2022,” ujar Rika seperti dikutip dari kompas.com

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma Indan Gilang Buldansyah menjelaskan, Prada Indra merupakan seorang tamtama yang bertugas di Sekretariat Makoopsud III Biak, Papua.
Prada Indra meninggal dunia diduga karena mendapat kekerasan dari empat prajurit lainnya yang kini telah ditahan.

“Terhadap kejadian tersebut, TNI AU telah menahan 4 prajurit, yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan, untuk dimintai keterangan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Indan dalam keterangan tertulis, Rabu (23/11/2022).

Indan menjelaskan, Prada Indra sebelumnya ditemukan dalam kondisi pingsan di mes tamtama Tiger Makoopsud III Biak.