oleh

Setelah Buron Dua Bulan Lebih, Dodi Setiawan Disergap Aparat

Baturaja Kab OKU, Arungmedia.com – Setelah dua bulan lebih buron, akhirnya Selasa sore (07/09/2021) Tersangka Dodi Setiawan (23) menyusul kedua rekannya yakni Sudirman bin Ksm (41) dan Putra Yudi alias Yudi Tahu (31) telah lebih dahulu ditangkap serta berkas perkaranya juga telah dinyatakan lengkap (P21).

Tersangka Dodi Setiawan sebelum jadi tersangka pencurian konduktor (kabel sutet) milik PT. PLN yang sedang dikelola PT. MSJ (Medan Smart Jaya), berprofesi sebagai pedagang dan merupakan warga Kelurahan Batu Kuning Kecamatan Baturaja Barat. Sedangkan kedua rekannya Sudarman dan Yudi Tahu berprofesi wiraswasta, merupakan warga Desa Lubuk Batang Baru.

” Tersangka Dodi Setiawan berhasil ditangkap Tim Khusus Polsek Lubuk Batang dipimpin langsung Kepala Unit Reserse Kriminal Ipda Yendra Aprizal, SH di rumah orang tua tersangka di Desa Rantau Kumpai,” ungkap Kepala Kepolisian Resort Ogan Komering Ulu (Kapolres OKU) AKBP Danu Agus Purnomo, S.I.K melalui Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres OKU AKP Mardi Nursal kepada wartawan, Selasa sore (07/09/2021) sekira pukul 17.21 WIB.

Dikemukakan Mardi Nursal, Tersangka Dodi Setiawan berhasil ditangkap berdasarkan hasil pengembangan info dari dua tersangka yang telah lebih dahulu ditangkap, yakni Tersangka Sudarman dan Yudi Tahu. Dengan telah ditangkapnya Tersangka Dodi Setiawan, Sudarman dan Yudi Tahu maka masih ada empat tersangka lainnya yaitu AG, BB, TM dan NR kini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron.

Lebih lanjut dikemukakan, Dodi Setiawan bersama enam rekannya pada hari Senin malam (05/07/2021) sekira pukul 22.00 WIB, diduga sebagai kuat sebagai pelaku pencurian kabel sutet milik PT. PLN dengan cara memanjat tower tiang sutet dan kemudian memotong kabel sutet yang sudah terpasang dengan menggunakan gergaji pemotong besi, setelah terpotong kabel sutet tersebut dipotong menjadi tiga bagian dan kemudian digulung. Kabel sutet hasil curian itu lalu disembunyikan oleh para tersangka di tempat dianggap aman, yaitu di areal semak-semak dekat rumah Johan Safari. Namun sial bagi para pelaku, saat akan mengambil hasil curian yang sudah disimpan, kepergok oleh Saksi Johan Safari dan ketujuh pelaku langsung kabur. Atas hal yang dilihatnya, Saksi Johan Safari langsung memberi tahu ke pihak PT. PLN yang kemudian melaporkan peristiwa pencurian tersebut ke Polsek Lubuk Batang.

Baca Juga:   Kabupaten OKU Masih Terkendali dari Covid-19

Sejumlah barang bukti (BB) berupa 1 buah karung berisi kawat kabel sutet yang sudah dibongkar (BB sudah disita dalam berkas lain), 1 unit sepeda motor tanpa plat nomor polisi, tanpa bodi, merk Honda dengan No.Rangka MH1jb511x5k126701 (BB sudah disita dalam berkas lain) dan 1 unit sepeda motor merk Honda Beat, Nopol BG-5378-EAD warna putih lis merah (BB sudah disita dalam berkas lain).

Atas perbuatan para tersangka dapat dikenakan Pasal 363 KUHPidana, yakni telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan atau Curat.
(Armin Pani).

Komentar

Berita Terbaru Lainya