Jakarta, (Arungmedia.com) — Hari Valentine dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 14 Februari. Dikutip dari detik.com, hari Valentine merupakan peringatan yang dilakukan dalam menyatakan kasih sayang dan cinta terhadap orang-orang terdekat.
Perlu diketahui, Hari Valentine bukan spesifik dirayakan untuk kepada pacar saja. Hari Valentine ini bisa dirayakan bersama anak, kakak, orang tua, dll.
Merayakan Hari Valentine bersama orang terdekat bisa merekatkan hubungan yang retak kembali harmonis. Lantas bagaimanakah sejarah Hari Valentine dan bagaimana cara merayakannya? Simak selengkapnya!
Apa itu Hari Valentine?
Disebut juga sebagai Hari Kasih Sayang, Hari Valentine dirayakan setiap 14 Februari. Hari Valentine merupakan perayaan yang mencerminkan kasih sayang dan penuh cinta terhadap orang-orang yang terdekat.
Perayaan Hari Valentine dulunya dirayakan dengan tradisi memberikan bunga, kembang gula, dan mengirim kartu ucapan. Kartu ucapan tersebut berupa sketsa hati, burung dara, dan figur cupid bersayap
Sejarah Hari Valentine
Bagi yang belum tahu, asal-usul Hari Valentine sudah ada sejak tahun 496 M. Awalnya perayaan Hari Valentine berasal dari pesta santo pelindung yang bernama Valentine oleh Gereja Katolik.
Dicetuskannya Hari Valentine merupakan cara lain untuk menghilangkan dan menggantikan festival Pagan Lupercalia yang dianggap brutal. Festival Pagan Lupercalia biasanya diadakan setiap awal musim semi yang memberikan penghormatan kepada Dewa Pertanian Romawi, Faunus, pada tanggal 15 Februari.
Dalam Festival Pagan Lupercalia, akan ditumbalkan seekor kambing dan anjing yang melambangkan kesuburan dan kemurnian. Kurban kambing akan diambil kulitnya dan dipotong menjadi potongan-potongan kecil. Potongan kulit kemudian dicelupkan ke darah kurban dan dioleskan di atas perempuan dan tanaman.
Walaupun banyak perspektif terhadap Hari Valentine dengan hari santo pelindung, tak menampik argumen sejarawan bahwa unsur romantis Hari Valentine yang dirayakan hari ini berasal dari seorang pendeta yang mati syahid oleh Kaisar Claudius II Gothicus sekitar tahun 270 M.
Selama tahun 1400-an, Hari Valentine mulai dipandang dengan hal-hal yang romansa. Di tahun itu juga, Hari Valentine mulai bermunculan. Hingga pada pertengahan 1800-an kartu Valentine diproduksi secara massal. Hadiah berupa permen dan bunga menjadi lambang cinta dan keindahan dalam merayakan Hari Valentine.
Dalam merayakan Hari Valentine, terdapat tradisi yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Detikers bisa merayakan Hari Valentine dengan pemberian hadiah seperti coklat, bunga, dan lainnya. Namun secara spesifik, kamu bisa menerapkan tiga langkah ini dalam merayakan Hari Valentine
- Membuat kartu Valentine
Memang saat ini, kartu Valentine sudah banyak dijual. Bahkan variasi kartu Valentine begitu beragam saat ini. Namun, dengan membuat kartu Valentine sendiri pastinya memberikan kesan yang berbeda.
Kamu bisa membuat kartu Valentine sendiri dengan penambahan puisi agar lebih romantis.
- Buat Rencana Berdua
Kamu yang ingin melengkapi perayaan Hari Valentine bisa dengan membuat janji berdua. Janji itu tentunya seperti melakukan makan malam atau liburan ke tempat-tempat yang disukai.
- Ciptakan kenangan abadi
Setiap kesan pastinya berbeda. Perlu diketahui bahwa perayaan Hari Valentine juga perlu diabadikan dengan membuat album foto bersama.(**/Ar)






