Piagam Jakarta, Proklamasi dan Konstitusi

NASIONAL1,315 views

Oleh: H.Albar Sentosa Subari*

Panitia Kecil yang berjumlah sembilan orang ( Ir. Soekarno, Drs. M. Hatta, Mr. M. Yamin, Mr. Maramis, Mr. Subardjo, KH. Wachid Hasjim, KH. Kahar Muzakkir, H. Agus Salim dan R. Abikusno Tjokrosuyoso), berhasil menyusun Rancangan Pembukaan Undang Undang Dasar yang oleh Ir. Soekarno diberi judul ” Mukaddimah” ,oleh Mr M. Yamin dinamakan ” Piagam Jakarta “, dan oleh Dr. Sukiman disebut suatu ” Gentlemen’s Agreement”.
Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17.Agustus tahun yang sama serta Konstitusi saling berkait.
Piagam Jakarta ialah yang menjadi pembuka (mukaddimah) UUD RI.
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945 sungguhlah lembaran kertas yang luas dan dalamnya sama dengan samudra politik yang tidak berpantai.
Tanggal 22 Juni dan 17 Agustus 1945 adalah dua saat dalam seluruh sejarah Indonesia yang sedemikian pentingnya sehingga rakyat dengan tenaga sendiri lepas dari penjajahan menjadi negara berdiri sendiri, yang mempunyai organisasi Pemerintah Berdaulat di atas daerah kepulauan yang luas dan beragam budaya, suku, dan agama.
Maka tanggal 22 Juni 1945 pertama kalinya suara rakyat mulai didengungkan dan ditulis, dan pada tanggal 17 Agustus 1945 rakyat Indonesia memutuskan rantai perbudakan dengan membentuk negara merdeka Republik Indonesia.
Putaran putaran kondisi yang begitu besarnya berkumandang diatas dunia dan diseluruh zaman, sehingga isi surat permakluman kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu menjadilah sumber hidup dengan amanat yang tidak ternilai harganya bagi generasi ke generasi..
Sedangkan konstitusi akan memuat semua keinginan bercita cita menjadi negara yang berdaulat untuk memenuhi kebutuhan manusia baik sebagai mahluk maupun sebagai hasil ciptaan Nya.
Hal itu semua sudah tercantum lengkap isi dan maknanya dalam Pembukaan UUD RI tinggal lagi penjabaran dalam peraturan turunannya.
(lihat kutipan lengkap dalam kata pengantar buku Proklamasi dan Konstitusi Republik Indonesia, Oleh Mr. Muhammad Yamin, 1950).

*Penulis adalah Ketua Jaringan Pancamandala Sriwijaya-Sumatera Selatan

Baca Juga:   Kuota Haji Naik 2023, Menag Yaqut Usul BPIH Juga Ikut Naik, Ini Penjelasannya..!