Kronologi Kematian Afif Maulana Versi Polisi, Terlibat Aksi Tawuran Hingga Melompat Dari Jembatan

NASIONAL191 views

Jakarta, Arungmedia.com,—— Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) masih terus mendalami kasus kematian Afif Maulana, bocah 13 tahun yang ditemukan tewas di Jembatan Kuranji, Padang beberapa waktu lalu.

Dalam keterangan sebelumnya , Kapolda Sumbar Irjen Suharyono menyatakan Afif tewas karena melompat dari Jembatan Kuranji. Namun keluarga korban dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang meyakini anak itu meninggal karena disiksa polisi. Kecurigaan itu menguat setelah Polda Sumbar tidak menyerahkan hasil autopsi kepada keluarga korban.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Indira Suryani, mengungkapkan alasan keluarga yang merasa jangan atas kematian Afif adalah berdasarkan hasil forensik itu tidak sesuai dengan kesimpulan yang disampaikan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono bahwa Afif meninggal dunia karena melompat, jatuh, atau terpeleset dari Jembatan Kuranji.

“Dokter Forensik Rosmawati menyampaikan bahwa poinnya itu kalau melompat tentu kemudian ada patah, banyak kerusakan di kepala dan kaki, tetapi di jenazah AM tidak ditemukan hal demikian,” kata Indira di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2024) lalu.

Namun, dia mengaku heran karena dokter forensik justru menyimpulkan dugaan Afif meninggal dunia karena terpeleset meski luka tidak ditemukan di kepala dan kaki di jenazah Afif.

Kendati demikian, Indira juga menyatakan pihaknya menolak kesimpulan bahwa luka lebam pada tubuh Afif merupakan lebam mayat, bukan indikasi penganiayaan.

“Kami menolak bahwa yang ada di tubuhnya itu juga karena jatuh dari motor tidak karena itu tidak ditemukan di anak A (saksi Aditia) yang bergoncengan dengan dia, tetapi kami sangat yakin bahwa itu trauma dan kami sangat yakin dia tidak melompat karena kami dan keluarga yang melihat jenazahnya dan berdasarkan hasil otopsi juga seperti itu,” tutur Indira.

Baca Juga:   Polda Jabar Mangkir, Sidang Praperadilan Pegi Setiawan Ditunda Pekan Depan

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumbar, Irjen Suharyono berdasarkan kesaksian A, Afif sempat mengajak saksi untuk melompat ke sungai agar lolos dari penangkapan. Namun, kata A kepada polisi, dirinya menolak ajakan tersebut dan memilih menyerahkan diri bersama rombongan lainnya.

“Ini kesaksian yang kami ambil dari kawan-kawan yang ikut serta dalam tawuran itu. AM tidak termasuk orang yang dibawa ke Polresta Padang ataupun Polda Sumbar,” katanya, kata Suharyono.

Lebih lanjut, Ia juga mengatakan bahwa, pihaknya memiliki bukti tak terbantahkan jika Afif ikut terlibat dalam aksi tawuran yang dilakukan sebelum pihak kepolisian melakukan penertiban keamanan dan menahan belasan orang di malam kejadian sebelum Afif Maulana ditemukan tewas di sungai Jembatan Kuranji, Padang, 9 Juni 2024 lalu.

Kapolda Sumbar ini pun merinci sejumlah bukti yang didapatkan pihaknya dari handphone atau ponsel milik Afif Maulana. Dia menjelaskan Afif Maulana sempat menunjukkan foto dirinya membawa pedang panjang kepada temannya, Aditya.

” Ini adalah video tanggal 8 Juni 2024 hari Sabtu. Kami enggak usah menayangkan videonya Kami jelaskan saja ini adalah beberapa gambar yang kami ambil ini bahwa Afif Maulana dengan membawa pedang yang panjang ini dia sudah persiapan untuk berangkat ke rumahnya Aditya,” kata Kapolda Sumbar Irjen Suharyono dikutip dari tvOne  Kamis (4/7/2024).

Oleh sebab itu, kami meyakini bahwa adanya indikasi keterlibatannya sekaligus alat bukti yang tak terbantahkan, lantaran menunjukkan Afif Maulana dan percakapan WhatsApp dengan Aditya.

“Ini asli dari handphone-nya Afif Maulana yang bisa kami buka hari ini. Ini adalah video tanggal 8 Juni 2024 hari Sabtu,” tegasnya.

Irjen Suharyono mengatakan Afif Maulana menanyakan waktu penyerangan atau tawuran kepada temannya Aditya.

Baca Juga:   Tom Lembong Kritisi Program Makan Siang Gratis di Bahas di Sidang Paripurna Istana

Suharyono menegaskan keterangan yang ia sampaikan adalah fakta hukum dari pemeriksaan keterangan saksi, bukan asumsi atau tudingan belaka. Berdasarkan hasil autopsi, korban mengalami patah tulang iga sebanyak enam buah yang kemudian menusuk paru-paru hingga korban tewas.

Berdasarkan fakta-fakta itu, polisi menarik kesimpulan Afif Maulana meninggal setelah melompat dari jembatan demi menghindari kejaran Polisi. Dengan demikian, tidak ada unsur tindak pidana dalam kematiannya.

“Itu kesimpulan sementara dari hasil penyelidikan kami, jika memang nanti ada pihak yang mengajukan bukti serta bukti baru akan kami tampung dan penyelidikan dibuka kembali,” katanya.

 

Komentar