oleh

Keadilan Melebihi Segalanya

OLeh: H Albar Sentosa Subari*

Kata keadilan berasal dari kata” al-adl (adil), yang secara harfiah berarti” lurus” , seimbang.
Keadilan berarti memperlakukan setiap orang dengan prinsip kesetaraan (principle of equal liberty), tanpa diskriminatif berdasarkan perasaan atau kebencian subjektif.  Perwujudan keadilan tidak seharusnya hanya didasarkan pada asas hak dan legal formal saja, tetapi harus juga dibarengi oleh kasih sayang.Sendi ini disebut sebagai” kepantasan” yang mengandung semangat kemanusiaan (PSEK, UNIBRAW,2009:22).
Pada tulisan ini kita fokus pada keadilan didalam proses jalannya roda pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Keadilan biasanya diperjuangkan oleh para pihak di lembaga yudikatif yaitu Pengadilan.
Salah satu nya Pengadilan Tata Usaha Negara yang menyelesaikan persoalan-persoalan akibat putusan Pejabat Tata Usaha Negara yang merugikan pihak penggugat.
Pada umumnya Penggugat mendalilkan bahwa perkara tersebut diajukan ke muka hakim,karena sering terjadi tindakan pejabat TUN yang sewenang wenang, baik dengan sengaja atau karena kelalaian.Baik dilakukan oleh pejabat TUN itu sendiri atau oleh staf atau bawahan .
Mengutip pendapat Muchtar Lubis, dalam bukunya Mentalitas Manusia Indonesia itu umumnya kurang atau tidak mau bertanggung jawab.
Yang atasan bilang bukan salah saya mana mungkin saya harus mengurusi yang kecil-kecil. Sedangkan yang bawahan juga berargumen bahwa saya melaksanakan disposisi atau perintah atasan, biasanya di birokrasi pemerintahan bawahan tidak berani dan takut mengoreksi apa yang sudah terucap oleh atasannya langsung menerima tanpa berani menyampaikan hal hal yang mungkin salah.
Karena dia nanti tidak bertanggung jawab secara hukum apabila terjadinya hal hal yang melanggar hukum (onrechtmatigedaad overheidsdaad).
Belum lupa diingatkan kita beberapa hari terakhir, tepat tanggal 11 Januari 22 kita membaca berita yang dimuat harian umum berjudul Minta Pemprov Patuhi Putusan Pengadilan yang intinya bahwa gugatan itu diawali adanya keputusan TUN yang tidak sesuai dengan prosedural.
Tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham,serta pemanggilan padahal yang bersangkutan masih menduduki masa jabatan nya.
Proses berjalan menyita waktu dan pikiran karena sudah sampai keputusan tingkat Kasasi.
Setelah dikonversi oleh awak media dan yang dapat kita baca intinya Penggugat hanya mencari keadilan yang bukan minta didudukkan lagi pada jabatan lama.
Demikian contoh bahwa sebenarnya penggugat umumnya baik di peradilan umum ataupun peradilan khusus yang dicari tidak lain adalah keadilan yang sudah terzalimi oleh pihak tergugat. Memang dalam teori ilmu hukum bahwa tujuan hukum salah satu nya dan paling utama adalah keadilan.

*Penulis adalah pengamat Hukum di Sumatera Selatan

Baca Juga:   Asas Presumptio Justae Causa

Komentar

Berita Terbaru Lainya