IDI Muba Minta Polisi Usut Kasus Intimidasi Terhadap Dokter di RSUD Sekayu

Kesehatan1,063 views

Muba, Arungmedia.com——- Peristiwa tidak menyenangkan menimpa seorang dokter di RSUD Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan. Alih- alih memberikan layanan kesehatan pada pasien. Sang dokter justru mengalami intimidasi oleh keluarga pasien dan viral di media sosial (Medsos).

Dalam video berdurasi 41 detik itu, tampak seorang dokter RSUD Sekayu yang diketahui bernama dr. Syahpri Putra Wangsa, Sp.PD-KGH, FiNASIM, yang merupakan dokter konsultan di bidang nefrologi tersebut mengalami tindakan kekerasan dan intimidasi dari keluarga pasien di ruang perawatan rumah sakit.

Dua orang pria diduga keluarga pasien, tampak mendesak sang dokter untuk melepas masker dengan nada tinggi. Namun permintaan itu ditolak secara halus oleh dokter karena tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit. Ketegangan memuncak ketika salah satu pria memegang bagian belakang leher dokter dan memaksanya melepas masker.

” Ini dokter ini, ibu saya disuruh tunggu dahak. Tiap hari tunggu dahak, dikit-dikit tunggu dahak. Hasil rontgen, hasil rontgen, kita masuk sini biar pelayanan layak. Kita sewa ruang VIP ini untuk pelayanan. Pelayanan yang bagus, pelayanan yang layak. Bukan sekadar disuruh nunggu. Kalau disuruh nunggu kita bisa pakai BPJS. Kita nggak mau pakai BPJS, nggak mau dimain-mainkan seperti kamu ini, kamu paham ya? Kamu harus paham ya,” ujar pria perekam video tersebut, Rabu (13/8/2025).

Mereka juga mempertanyakan identitas dokter serta menuntut penjelasan terkait kondisi pasien yang mereka sebut sebagai ibunya. Dalam video, salah satu pria mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang dianggap lambat. Ia mengaku sudah menyewa ruang VVIP namun merasa penanganan medis tidak memuaskan.

“Ibu saya ini setiap hari disuruh tunggu dahak, dikit-dikit tunggu dahak, hasil rontgen dia bilang, hasil rontgen, kita sewa ruangan VVIP ini untuk pelayanan,” ucap pria tersebut sembari merekam dokter.

Baca Juga:   Pemeriksaan Kesehatan Gratis, UKB Kolaborasi Dengan Dinas Kesehatan Kota Palembang

Meski sang dokter telah berusaha menjelaskan prosedur medis, keluarga pasien tetap berbicara dengan nada keras, menuntut pelayanan lebih cepat.

Menanggapi peristiwa itu, Kasubag Humas RSUD Sekayu, Dwi mengungkapkan bahwa dokter yang terekam adalah spesialis ginjal yang dikenal sabar menghadapi pasien.

“Benar itu dokter spesialis ginjal. Di video terlihat beliau dimarahi keluarga pasien dan tetap sabar,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Ia menilai apa yang dilakukan keluarga pasien tersebut sama sekali tidak visa dibenarkan, apalagi sampai memaksa dokter untuk melepaskan maskernya. Mengingat memang, penggunaan masker adalah salah satu Standar Operasional  Pelayanan (SOP) rumah sakit.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Musi Banyuasin (Muba) mengecam keras terkait dugaan penganiayaan dan intimidasi yang dialami seorang dokter spesialis di RSUD Sekayu, Selasa (12/8/2025).

Insiden ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran hukum sekaligus ancaman serius terhadap keselamatan tenaga medis. Maka itu IDI mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku tanpa pandang bulu.

Ketua Badan Hukum Pembela Profesi dan Advokasi (BHP2A) IDI Muba, Zwesty Devi menyampaikan keprihatinannya atas tindakan yang diduga dilakukan oleh keluarga pasien terhadap dr. Syahpri, salah satu tenaga medis di RSUD Sekayu. Pihaknya menyatakan akan melakukan pendampingan hukum kepada dokter konsultan di bidang nefrologi tersebut.

Kami akan mengawal proses hukum ini bersama RSUD Sekayu dan Dinkes Muba. Tentunya langkah-langkah yang diambil pihak RSUD Sekayu dan Dinas Kesehatan Muba dalam melaporkan kasus ini ke Polres Muba,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).