Hilal Tak Tampak di Palembang, Pemerintah Tetapkan Idul Fitri Jatuh Esok, 2 Mei 2022

Berita, Palembang2,302 views

Palembang,Arungmedia.com-Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan usai melaksanakan pemantauan hilal dari atas gedung Rafa Tower komplek UIN Raden Fatah menunjukkan, khususnya dari kota Palembang Hilal belum dapat terlihat dikarenakan pengaruh cuaca.

Selain itu, berdasarkan kriteria Imkanurrukyah terbaru Mabims (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia dan Singapura) ketinggian hilal minimal 3 derajat dan sudut elongsi minimal 6,4 derajat, maka 1 syawal diperkirakan jatuh pada hari Senin (2/5/2022).

Kepala kantor wilayah kementerian agama provinsi sumatera selatan Dr. Syafitri Irwan, S.Ag, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh prosedur telah dilaksanakan sebaik mungkin dengan melibatkan para pakar, akademisi, praktisi serta beberapa ormas.

Hasil rukyat sore ini akan langsung dilaporkan kepada kementerian agama RI di Jakarta sebagai bahan rujukan untuk menetapkan 1 syawal 1443 H melalui sidang Isbat.

“Hasil pantauan sudah kita laporkan, untuk kepastian tepatnya 1 Syawal, mari kita tunggu keputusan sidang isbat,” Ujar Kakanwil seraya menyebut bahwa dari hasil pemantauan matahari terbenam pukul 17:59:00 WIB dengan ketinggian hilal 5 derajat 12 menit 40 detik diatas Ufuk Mar’i. Azimut matahari terbenam 285 derajat 6 menit 55 detik dari utara ke timur. Azimut bulan 286 derajat 10 menit 28 detik dari utara ke timur.

Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1443 Hijriah di Indonesia jatuh pada Senin, (2/5/2022).

“Secara mufakat sidang Isbat menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada Senin 2 Mei,” ujar Yaqut membacakan keputusan sidang isbat di Kementerian Agama, Ahad (1/5/2022).

Menurut yaqut, Kemenag sendiri telah mengamati posisi hilal di 99 titik di seluruh provinsi di Indonesia. Mereka berasal dari petugas Kanwil Kemenag yang bekerja sama dengan Pengadilan Agama, ormas Islam serta instansi terkait.

Baca Juga:   Instruksikan Kepala Daerah Segera Belanjakan Anggaran Bansos

Turut hadir perwakilan ormas-ormas Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah, dan perwakilan dari Komisi VIII DPR. Hadir pula perwakilan dari negara-negara Islam yang ada di Indonesia.

Kepada awak media, Yaqut menguraikan bahwa, penetapan 1 Syawal 1443 H memadukan dua metode, yakni hisab dan rukyat. Kemenag selalu menggunakan dua metode ini untuk melengkapi satu dengan yang lain.

” Dengan demikian 1 Syawal 1443 H pada tahun ini akan dijalankan umat Islam Indonesia secara serempak. Meskipun sebelumnya sempat terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan antara Muhammadiyah dan pemerintah,” katanya seraya mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1443 H,  Senin 2 Mei 2022. Mohon maaf lahir dan batin.