Ditinggal Mawardi Yahya, Herman Deru Belum Juga Dipinang Nasdem…!

SUMSEL547 views

Palembang, Arungmedia.com, —-Pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 lalu, peta politik partai pengusung Pilkada mendatang masih menyisahkan dinamika tersendiri. Seperti, yang terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) misalnya.

Dimana, secara mengejutkan, Mantan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya (MY) tiba- tiba “menceraikan” pasangannya Herman Deru dalam bursa pencalonan Gubernur Sumsel 2024 mendatang dengan menggandeng mantan Walikota Palembang 2 Periode H Harnojoyo.

Keputusan MY tersebut dinilai banyak kalangan adalah hal yang wajar sekaligus bentuk percaya diri MY usai memenangkan Prabowo-Gibran di Sumsel.

Hal ini berbanding terbalik dengan langkah mantan Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD) periode 2018-2023  yang sebelumnya secara optimistis masih mengakui bahwa antara dirinya dan MY akan tetap maju berpasangan di Pilgub Sumsel Mendatang.

Menindaklanjuti langkah MY tersebut HD mengatakan dirinya juga terkejut atas keputusan MY yang ingin berpisah darinya.

Ia mengatakan bahwa, selama memimpin Sumsel lima tahun belakangan, hubungan antara dirinya dan mantan Bupati Ogan Ilir (OI) dua periode itu tetap harmonis dan baik-baik saja.

Kendati demikian, HD tetap menghormati keputusan MY sebagai bentuk dukungan dan mendoakan agar siapapun yang nantinya terpilih di Pilgub Sumsel 2024 mendatang adalah yang terbaik bagi masyarakat Sumsel.

” Saya yakin Pak MY juga punya niatan yang baik untuk membangun Sumsel. Saya rasa semua putra terbaik yang ada berhak untuk ikut meramaikan kontestasi Pilgub mendatang.Kalau  saya secara pribadi masih akan melihat survei yang akan datang. Apa dan bagaimana nantinya tergantung kedepannya nanti,” ujar HD belum lama ini.

Partai Nasdem Belum Tentu Dukung HD

Belum ditetapkannya HD sebagai cagub oleh Partai NasDem disebut-sebut karena tidak totalnya mantan Gubernur Sumsel itu mendukung Anies-Muhaimin (AMIN) pada Pilpres 2024 lalu. Hal ini turut disampaikan pengamat politik Universitas Sriwijaya Haekal Al Haffafah seperti dikutup dari detikSumbagsel Kemarin.

Baca Juga:   Bus AKAP Tabrak Petugas SPBU Hingga Tewas

Menurutnya, ketidakhadiran HD dalam beberapa agenda Kampanye akbar Anies Baswedan di Sumsel menjadi sorotan akan sikap politik HD yang terkesan main-main  Padahal mantan Bupati Ogan Komering Ulu Timur (OKUT)  selama dua periode itu menjadi Ketua DPW NasDem Sumsel.

“Kampanye akbar Anies Baswedan di Benteng Kuto Besak (BKB), Kota Palembang pun tanpa kehadiran HD. Beberapa kali kampanye akbar Anies pun tak dihadirinya. Imbasnya, perolehan suara pasangan AMIN di Sumsel jauh tertinggal. Bahkan di bawah target TPD AMIN, ” urainya.

Menyikapi Hal itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Sumatera III Fauzi Amro membantah adanya konflik internal partai dengan HD terkait Pemilu 14 Februari 2024 lalu.

Ia mengatakan, sosok yang diusung NasDem di Pilgub Sumsel nanti akan dipilih berdasarkan mekanisme partai. Oleh sebab itu, partai tidak akan serta merta menunjuk HD sebagai Cagub dari partai besutan Surya Paloh itu, meski terakhir kali HD menjabat sebagai gubernur Sumsel.

“Tidak juga, kita tidak ada konflik. Tapi memang mekanisme lewat survei. Kalau suara HD kedepan tertinggi, kita akan berusaha dukung dia lagi. Tapi memang sekarang belum ada gambaran-gambaran kearah itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penjaringan itu untuk melihat potensi tokoh Sumsel yang bisa bersaing di Pilgub. Tidak menutup peluang tokoh nasional yang ingin ikut memajukan Sumsel juga bisa kita dukung nantinya .

“Nanti akan ada penjaringan, survei internal dulu. Assessment survei tertinggi akan kita pilih, prinsipnya kita mau bertarung ya harus menang,” katanya.