oleh

Catatan tertinggal dari Pekan Adat Bagian-2

DPRD Sumsel mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-75, setiap 1 Juli 2021

Oleh: H Albar Sentosa Subari*

Kegiatan Pekan Adat ke 2 telah berakhir,namun disayangkan ada satu momen yang perlu dibuatkan catatan yaitu Pekan Adat ke 2 ini meninggal tradisi yang sangat bernilai yaitu tiada dilaksanakan apa yang disebut dengan Rembuk Adat.
Istilah Rembuk Adat pertama kali kita populer kan saat pertemuan pertama para wakil lembaga adat kabupaten kota se Sumatera Selatan yaitu tepat nya tanggal 26 dan 27 Desember 2019.Yaitu saat pembentukan Lembaga Pembina Adat Sumatera Selatan yang sempat vakum selama 10 tahun.Dimana saat itu terbentuk nya tim formatur penyusunan kepengurusan Lembaga Adat Sumatera Selatan priode 2019-2024, yang secara yuridis diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 753/Disbudpar/2019 tanggal 27 Desember 2019, dan dilantik pada tanggal 27 Desember 2019 di griya agung Palembang oleh Gubernur Sumatera Selatan.
Momen kedua Rembuk adat adalah saat perhelatan Pekan Adat ke 1 yaitu saat pertemuan lembaga adat kabupaten kota se Sumatera Selatan pada tanggal 11 Nopember 20 ,sehari sebelum pembukaan Pekan Adat ke 2 yang dilaksanakan dari tanggal 11-17 Nopember 2020 yang dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan di halaman parkir Bukit Siguntang.
Pada momen Rembuk Adat ke 2 ini adalah pemantapan Program Kerja Lembaga Adat Sumatera Selatan.
Yang menjadi catatan penting saat itu di dalam acara Rembuk Adat dihadiri oleh candidat Doktor dari Universitas Nahdatul ulama Jakarta,juga kebetulan putra daerah Sumatera Selatan. Maksud kehadiran nya sekaligus mencari informasi atau data mengenai hukum adat di Sumatera Selatan untuk penyusunan Disertasi beliau.Disaat itu juga Ketua Pembina Adat Sumatera Selatan memberikan buku buku yang berkaitan dengan data yang diperlukan oleh yang bersangkutan.
Pada Pekan Adat ke 2 ini yang baru saja berakhir , disayangkan tidak melakukan Rembuk Adat ke 3 ( catatan ketum Rembuk Adat ke 3 bukan ke 2). Tanpa alasan yang jelas yang dapat diterima publik. Sebab beberapa ketua pembina Adat Kabupaten dan kota menanyakan kepada ketua umum pembina Adat Sumatera Selatan kenapa mereka tidak diikutsertakan, padahal mereka tau itu merupakan pekan adat ke 2 yang memang direncanakan akan menjadi agenda rutin tahunan.Yang anehnya di saat pembukaan, panitia mengundang pribadi pribadi kepengurusan lembaga adat kabupaten kota,itupun dipilih tidak keseluruhan,tentu ini menimbulkan catatan kecil.
Sebenarnya saat Pekan Adat ke 2 ini ada isu yang bersifat nasional yaitu adanya surat dari Dirjen Bina Pemerintahan Desa yang merupakan tindakan lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 52 tahun 2014, yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati Walikota di seluruh Indonesia untuk segera mendorong dan terbentuk nya panitia tentang penyusunan PERDA Kabupaten kota tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat .
Isu ini sebenarnya saat tepat kalau dibawa saat pertemuan pekan adat ke 2 kemarin,tapi sayang momen momen seperti ini terbuang Percuma.
Perda Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat adalah Perda yang diamanatkan oleh undang-undang tentang desa, yang merupakan turunan dari pada Pasal 18 B ayat 2 UUD RI .
Sebab dengan adanya Perda dimaksudkan negara mengakui keberadaan masyarakat hukum adat sebagai subjek hukum bisa menjadi Legal Standing di muka persidangan kalau hak hak masyarakat adat terganggu.Berarti secara konstitusional masyarakat hukum adat akan menjadi lebih baik dan terhormat dimuka hakim.Sehingga mendapatkan kedudukan hukum yang sesuai dengan filosofi dan tujuan Rechtsidee sebagai mana dimaksudkan dalam pembukaan UUD.mewujukan masyarakat adil makmur dan makmur dalam keadilan.
Sekali lagi sayang momen momen seperti ini tidak mendapatkan agenda di kegiatan Pekan Adat ke 2 kemarin.
Mudah mudahan kedepan tidak terulang kembali yang dapat merugikan publik untuk mendapatkan informasi serta menghilangkan tradisi yang sudah terbangun selama ini.Akibat tidak ada koordinasi yang baik.

*Penulis adalah Ketua Pembina Adat Sunatera Selatan

Baca Juga:   Wapres: Kembangkan Wisata Halal

Komentar

Berita Terbaru Lainya