oleh

Catatan Singkat Hari Lahir Pancasila

Oleh: H.Albar Sentosa Subari*

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mentokohkan seseorang atau sebaliknya. Sifatnya hanya berupa catatan dari beberapa Postingan yang berkomentar tentang peristiwa 1 Juni 2021 kemarin.
Pertama hal yang menarik bahwa tahun ini banyak Postingan yang ikut menyampaikan ucapan atas peringatan lahirnya Pancasila dengan berbagai bentuk dan sebaliknya karena berbagai alasan, dan memang itu merupakan hak asasi masing masing.
Kedua ada yang masih menyampaikan pertanyaan kenapa tanggal 1 Juni yang diperingati sebagai hari lahir Pancasila bukan tanggal 29 Mei atau 18 Agustus.
Ketiga ada yang berpendapat tgl. 1 Juni sebagai embriyo (seperti proses kehidupan manusia) dan tanggal lahirnya seperti manusia utuh (bayi) adalah tanggal 18 Agustus.
Keempat ada juga yang memposting pendapat para pakar
Kelima dan lain lain
Penulis juga sempat sibuk melayani permintaan insan pers untuk minta komentar atau tanggapan soal di atas dimana diposisikan saya sebagai Ketua Koordinator Jejaring Pancamandala Sriwijaya Sumsel.
Penulis memang seminggu sebelum 1.Juni 2021 sudah menurunkan lebih kurang 5 artikel tentang Pancasila bersama teman Wartawan sesama anggota JPM, dan pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada yang bersangkutan. Dan dari tulisan diatas ada yang dirillis media lain baik yang bersifat nasional (3 on line ataupun lokal).
Sebenarnya persoalan di atas kenapa masih banyak komentar tentang kelahiran Pancasila jawabnya kita belum memisahkan cara berfikir kapan kita bicara saat melihat ” fakta sejarah ” dan ” fakta hukum “.
Kedua fakta (sejarah dan hukum) sudah cukup jelas.
Fakta sejarah bicara soal keadaan /fakta seadanya tidak boleh di tambah atau dikurangi.
Fakta hukum wilayah nya bicara masalah legal atau illegal. Dalam masalah di atas fakta hukum menjawab ” Resmi atau tidak Resmi”.
Kalau semua itu dipelajari secara jernih tentu semua akan terjawab. Memang dalam ilmu penelitian ada namanya Variabel antara. Variabel antara inilah yang juga bisa membantu menjawabnya.
Demikianlah beberapa catatan singkat yang dapat dicatat dengan niat hanya sekedar menjadi bahan renungan bersama.

*Penulis adalah Ketua Jejaring Pancamandala Sriwijaya-Sumatera Selatan

Baca Juga:   Dr Farid Ahmad Okbah: Ukhuwah Islamiah Adalah Persaudaraan

Komentar

Berita Terbaru Lainya