Ada Mobil TNI AD di Pabrik Uang Palsu Senilai Rp22 Miliar, Ini Kronologi dan Penjelasannya…!

Berita158 views

Jakarta,  Arungmedia.com, —— Peggerbakan pabrik uang palsu senilai Rp22 miliar yang berkedok kantor akuntan publik di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat dikejutkan dengan temuan 1 unit mobil berpelat nomor dinas TNI AD tengah terparkir di lokasi oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra mengatakan dari penggerbekan ini pihaknya mengamankan empat orang yakni M alias Mul, FF, YS alias Ustad, MDCF.

Tak hanya itu, pihaknya turut menetapkan tiga orang yang masuk sebagai daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus tersebut yakni A, I, dan P.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa sindikat ini beroperasi mulai bulan April (2024) sampai dengan kemarin ketangkap,” kata Wira.

Selain mengamankan para tersangka, pihak kepolisian juga mengamankan  barang bukti uang palsu senilai 22 miliar, dan sejumlah kendaraan serta alat operasional yang diduga kuat sebagai alat pembuatan uang palsu tersebut.

Sementara itu,  Kapendam Jaya Kolonel Inf Deki R Putra pun angkat bicara terkait temuan mobil berpelat nomor dinas TNI tersebut.

“Kami izin menyampaikan bahwa benar adanya
Mobil berjenis Toyota Hilux warna hijau berpelat dinas TNI 75345-03 (mobil itu di lokasi),” kata Deki.

Deki menuturkan mobil berpelat dinas TNI didapati tengah digunakan oleh tersangka FF. Menurutnya FF meminjam mobil berpelat dinas tersebut dari keluarganya yang merupakan anggota TNI.

“Itu dipinjam (tersangka FF-red) untuk bertamu, dan (anggota keluarga-red) tidak tahu untuk apa,” ungkapnya.

Deki menjelaskan mobil itu terdaftar dalam Kepala Perlahan Kodam Jaya (Kapaldam Jaya) selaku pihak yang berhak mengeluarkan pelat dinas di Paldam Jaya. Menurutnya mobil berpelat dinas itu terdaftar sejak Tahun 2020 dengan masa berlaku yang telah habis pada Tahun 2021.

Baca Juga:   Kunker di Bumi Sriwijaya, Ini Agenda dan Pesan Wakapolri Untuk Kapolda Sumsel

 

“Akan tetapi pemiliknya adalah Kolonel CHB yang sudah pensiun bapak R Djarot, sudah pensiun tahun 2021,” ucap Deki. “Yang paling terakhir, beliau berada di wilayah Jawa Barat dan mobil tersebut berada di TKP (Kembangan) dipinjam dari keluarga salah satu tersangka, diparkirkan di garasi di samping tempat TKP,” sambungnya.

 

Komentar