oleh

Kepala Inspektorat OKU Mendadak Wafat

OKU | Kepala Inspektorat Kabupaten OKU Provinsi Sumatera Selatan Ari Susanto (56) dikabarkan meninggal dunia (wafat) secara mendadak pada Rabu pagi (21/04/2021) sekira pukul 07.30 WIB.

Korban Ari Susanto telah meninggal dunia pertama kali diketahui oleh Saksi Yulianti (33) bekerja sebagai pembantu di rumah korban beralamat Jalan A. Yani, KM.13 Dusun Sumber Jaya, Gang Rambutan, RT.09 RW.03 Kelurahan Sepancar Lawang Kulon Kecamatan Baturaja Timur.

Saksi Yulianti menerangkan bahwa dirinya mencurigai korban kenapa belum bangun dari tidur, kemudian Saksi Yulianti ke rumah korban dan memanggil korban. Karena tidak ada jawaban dari korban, Saksi Yulianti masuk ke dalam rumah korban dengan menggunakan kunci yang memang dipercayakan kepada Saksi Yulianti.

Lebih lanjut Saksi Yulianti menceritakan, ketika Korban Ari Susanto ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, mulut berbusa dan mengeluarkan darah di tempat tidur kamar korban.

Melihat korban tergeletak tidak bernyawa dengan kondisi seperti itu, kemudian Saksi Yulianti keluar rumah korban untuk meminta pertolongan kepada Saksi Jumi Erson (40) yang juga bekerja sebagai supir mobil korban.

Kepala Kepolisian Resort Ogan Komering Ulu (Kapolres OKU) AKBP Arif Hidayat Ritonga, SIK, MH melalui Kasubbaghumas Polres OKU AKP Mardi Nursal, Rabu siang (21/04/2021) sekira pukul 12.47 WIB mengabarkan dan membenarkan peristiwa tersebut kepada wartawan.

” di tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan tindakan olah TKP dan identifikasi oleh team olah TKP dan INAVIS Polres OKU beserta Unit Reskrim Polsek Baturaja Timur juga pengumpulan barang bukti (BB) yang pendalamannya akan dilakukan di Unit INAVIS Polres OKU, ” kata Mardi Nursal menerangkan.

Lebih lanjut Mardi Nursal mengatakan, untuk pemeriksaan secara medis guna kepentingan Visum Et Revertum telah datang ke TKP menyertai team olah TKP dan INAVIS Polres OKU, dr.Ima Destriana dari Puskesmas Tanjung Baru beserta team.

” Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah diduga korban tersedak saat tidur sehingga makanan dan minuman yang dikonsumsi korban masuk ke rongga paru-paru hingga mengakibatkan pendarahan melalui mulut dan hidung. Namun untuk memastikan penyebab kematian korban diperlukan tindakan autopsi, ” jelas Mardi Nursal menambahkan.

Saat ini jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Antonio Baturaja untuk diperiksa Tim Kesehatan lebih lanjut dan dilakukan pemulasan jenazah secara Muslim (Islam) dengan cara dimandikan, dikafani, disholatkan untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam peti jenazah dan diberangkatkan ke rumah duka di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah.
(Armin Pani).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed