oleh

Istiqosah dan Doa Bersama Sambut Bulan Suci Ramadhan

Dua Ormas Islam bersama masyarakat, tokoh  agama, tokoh masyarakat melakukan Istiqosah dan Doa Bersama Menyambut Bulan Suci Rahmadhan bertempat di Pelataran Ruko Jalan ST. Badaruddin II  Kelurahan Sukaraya Kecamatan Baturaja Timur  Kabupaten OKU Provinsi Sumatera Selatan pada Sabtu malam Ahad ( 10/04/2021) sekira pukul 22.00 WIB.

Istiqosah dan Doa Bersama  dikomandoi Organisasi Masyarakat   (Ormas) Islam, yakni Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) dan Bang Japar  Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan itu sengaja memanfaatkan tempat tersebut sebagai tempat upacara Istiqosah dan doa bersama dengan harapan agar dapat didengar dan diketahui pemilik usaha maupun pengunjung hiburan karaoke serta perhotelan sekitar, tak jauh dari tempat tempat Istiqosah dan Doa Bersama saat berlangsung.

” Istiqomah dan Doa Bersama ini diadakan dalam rangka menyambut, memuliakan sekaligus aksi pengamanan,  mengamankan, menjaga kertertiban dan keamanan sehingga semua elemen masyarakat Islam yang ada di daerah ini dapat menunaikan ibadah puasa dengan tenang dan khusuk,” ujar Ketua GNPF-U Kabupaten OKU H.Alikhan Ibrahim yang juga Ketua Dewan Suro Relawan Laskar Islam (RLI).

Acara Istiqosah dan Doa Bersama dimulai dengan penyampaian Kata Sambutan oleh Ketua GNPF-U Kabupaten OKU H.Alikhan Ibrahim bertindak selaku koordinator acara, Pembacaan Surah Yasin Dipimpin H.Mustahirul, sedangkan pembacaan doa dipimpin Sofuan, BA.

H.Mustahirul Kohar dalam Tausiyahnya mengajak semua pihak  berdoa dan bertindak aktif secara nyata agar tempat-tempat yang diduga melakukan perbuatan maksiat dapat ditiadakan di bumi berjuluk Sebimbing Sekundang ini.

Betapa dasyat azab Allah terhadap orang-orang yang telah mengabaikan larangan-Nya dengan melakukan berbagai perbuatan maksiat dan dosa. Azab yang datang dari Allah SWT terhadap manusia, seperti berupa bencana alam, yaitu gempa bumi, longsor, banjir dan menimpakan penyakit, diantaranya pandemi Covid-19 yang mengglobal sebagaimana mewabah hingga sekarang ini. Azab Allah tidak hanya terhadap manusia juga  melanda hewan, alam, tempat tinggal, tempat usaha. Akibat perbuatan maksiat dan dosa yang dilakukan oleh segelintir orang,  yang lain tidak berbuat ikut terkena dampaknya. Contohnya sebagaimana yang telah kita dengar dan kita lihat banyak peristiwa alam terjadi di muka bumi, di dunia ini termasuk berbagai bencana alam maupun  musibah penyakit yang melanda tanah air Indonesia.

” Tentunya kita semua yang ada di sini tidak mau azab Allah terjadi di Kabupaten OKU dan sekitarnya, tidak mau melanda dan menimpa anak, cucu kita yang tidak tahu apa-apa. Jangan karena perbuatan maksiat segelintir orang berakibat yang lain ikut jadi korban,” tegas H. Mustahirul Kohar yang juga adalah Ketua Forum Ulama Indonesia Kabupaten OKU.

Lebih lanjut H. Mustahirul Kohar mengatakan, jika Allah sudah menurunkan azab tidak mengenal siapapun tanpa kecuali, apakah dia seorang pejabat berpangkat dan berkuasa, tidak mengenal apakah dia seorang pengusaha, anak balita, ibu hamil, ulama semua ikut terkena dampaknya.

” Para ulama, ustad, pejabat, penguasa dan sebagainya kelak tentu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT jika membiarkan,  mendiamkan tanpa mengambil tindakan apa-apa terhadap perbuatan maksiat yang terjadi di sekitar mereka, seperti transaksi seks, pelacuran, minuman keras, perjudian dan sejenis yang dilarang agama serta tidak sesuai dengan adat istiadat, budaya masyarakat yang senantiasa menjaga marwahnya selaku orang timur beretika, beradab, bermartabat serta berdasarkan ajaran Agama Islam yang dianut dan sangat dijunjung tinggi. Juga apa kalian rela anak dan cucu ikut terseret dalam perbuatan maksiat,” tegasnya.

H.Mustahirul Kohar menambahkan, dengan didukung pihak kepolisian dan TNI setempat, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan Ormas Islam tentu masih dapat mentolerir jika suatu usaha hiburan seperti karaoke  sebagai tempat hiburan keluarga, jauh dari dan menghindari usaha perbuatan mesum, transaksi seks, memperdagangkan dan minum minuman berakohol dan  kegiatan  diwarna perjudian. Usaha yang dilakukan sesuai perizinan yang diterbitkan, dikeluarkan Dinas Pariwisata maupun instansi terkait. ” Silahkan buka usaha, tapi yang benar. Banyak cara usaha untuk mendapatkan rezeki secara halal. Jika pada suatu waktu ditemukan melakukan usaha secara tidak benar, berbau maksiat maka kami tidak segan-segan bertindak tegas dan menutup tempat usahanya, kami tidak mau anak, cucu dan generasi muda dirusak oleh segelintir orang berbuat maksiat. Jangan kalian kotori Kabupaten OKU, keluarga kami dan masyarakat Kabupaten OKU dengan kegiatan maksiat,” tandas H. Mustahirul Kohar.

Pada saat  acara Istiqosah dan Doa Bersama berlangsung, sejenak dari jauh disaksikan sejumlah petugas kepolisian dari jajaran Polres OKU yang sedang melakukan razia malam.

Upacara Istiqosah ditutup dengan Doa Bersama, kemudian diakhiri makan nasi bungkus dan minum seadanya secara bersama penuh dengan ksederhanaan serta kebersamaan itu dihadiri sekitar 30 orang.

Acara selanjutnya pada malam Ahad itu juga sekitar sejumlah 20 personil (orang) terdiri dari GNPF-U Kabupaten OKU  yang melahirkan Relawan Laskar Islam (RLI), Intel dari jajaran Polres OKU dan Intel dari jajaran Kodim 0403/OKU dengan dikoordinir Langsung oleh Ketua GNPF-U Kabupaten OKU H. Alikhan Ibrahim didampingi Panglima RLI dan Komandan Wilayah Baturaja Timur dan Komandan Wilayah Baturaja Barat melakukan razia terhadap sejumlah panti pijat, hiburan karaoke dan warung-warung  disinyalir menyediakan perempuan penghibur  (Armin Pani).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed