oleh

Pemerintah Kawal Terus Saat Panen hingga Stok dan Harga Beras Tetap Stabil

Guna mengoptimalkan hasil panen dan menjamin stok beras nasional dan menstabilkan harga gabah di tingkat petani maupun harga beras di   masyarakat,  Menteri Pertanian RI bertekad terus melakukan  pengawalan pada saat musim panen raya di semua daerah, tanpa kenal hari libur. Hal tersebut dperlihatkan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) ketika  melakukan panen raya padi IP 200 dan Tanam bibit IP 300 didampingi Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru, SH, MM  di Desa Srikaton Kecamatan Buay Madang Timur Kabupaten OKU Timur, Sabtu (03/04/2021) lalu.
Hal itu sebagai jawaban dari aktivitas pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui bidang pertanian, karena profesi pertanian merupakan profesi yang tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19. Pemerintahan Jokowi bertekad berkomitmen tidak hanya sampai pada tahap peningkatan produksi, juga meningkatkan penanganan pasca panen, yakni dryer dan rice milling unit (RMU) atau penggilingan sehingga beras yang dihasilkan petani berkualitas tinggi dan mudah diserap dengan harga yang memberikan keuntungan, sehingga secara bertahap dapat meningkatkan kesejahteraan petani maupun sektor pertanian semakin terdepan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. ” Sesuai arahan Presiden Jokowi, tidak hanya budi daya kita dorong, juga pasca panennya salah satunya kualitas RMU sehingga beras yang dihasilkan dalam packeging tetap berkualitas dan harganya tidak di luar HPP, ” Ujar Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.
Hari ini saya bersama Gubernur Sumsel dan bupati bersinergi dalam memajukan sektor pertanian, sebab membangun pertanian itu tidak bisa sendiri-sendiri. Memang saat ini produksi pertanian seluruh Indonesia sedang melimpah karena panen raya. Tentu saja pemerintah terus berupaya agar harga jual gabah di tingkat petani maupun harga jual beras ataupun daya beli masyarakat tetap dalam koridor pengendalian harga, lanjut Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.
Ditegaskannya, pemerintah berkomitmen membantu petani agar tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan prasarana dan sarana produksi padi hingga pasca panen dengan harapan agar harga gabah ataupun beras tetap terjaga. Oleh karena itu kerjasama dengan pihak perbankan yang menyediakan fasilitas permodalan kredit usaha rakyat (KUR) terus ditingkatkan.
Gubernur Sumsel H.Herman Deru, SH, MM mengungkapkan, sangat mengapreasiasi atas kehadiran Menteri Pertanian di Kabupaten OKU Timur dalam memberikan semangat kepada petani, memajukan pertanian dan memberi solusi nyata tentang serap gabah saat musim panen raya sehingga harga gabah di tingkat petani bisa stabil. Gubernur Sumsel H. Herman Deru, SH, MM menambahkan, produksi padi Provinsi Sumsel tahun 2020 mencapai 2,74 juta ton  gabah kering giling (GKG) atau setara 1,57 juta ton beras dan mengalami surplus 622.306 ton beras. Sedangkan pada Januari – April 2021 ini  potensi panen gabah di Provinsi Sumatera Selatan di atas lahan seluas 405.404 hektar dan pada April 2921 ini panen gabah mencapai  di atas areal seluas 84.216 hektar.
Lebih lanjut Herman Deru mengatakan, harga gabah maupun beras memang fluktuatif meskipun ada HPP. Produksi padi    kita tingkatkan dan hasilnya produksi padi di Sumsel tinggi. Hal ini merupakan keberhasilan program kementerian pertanian yang sangat diapresiasi.
Salah satu cara meningkatkan produksi beras, tambah Herman Deru, melalui program 1000 penyuluh dan membentuk komando strategis pembangunan pertanian (Kostratani) yang tersebar di seluruh kecamatan di 17 kabupaten / kota se-Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan acara panen raya itu, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo memberikan bantuan bibit padi, bibit kelapa, sperma kerbau, bibit itik dan benih jagung serta sarana produksi (Saprodi) kepada para petani. Dalam acara panen raya itu hadir Anggota DPR RI Percha Lean Puri, Bupati/Walikota se-Sumsel, Anggota DPRD Sumsel, Direktur Bank Sumsel Belitung dan Forkopimda OKU Timur, DPRD OKU Timur, OPD, Kabag serta Camat, Lurah/Kades se-Kabupaten OKU Timur, BUMN/BUMD juga undangan lainnya.(Amirul Wa’ashil / Amp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed