oleh

DPRD  Sahkan  2 Raperda inisiatif Menjadi Perda

Rapat paripurna XXV (lanjutan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan, dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan dan penelitian Panitia Khusus (Pansus) terhadap 2 Raperda inisiatif DPRD Sumsel berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Senin (8/2/2021).
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumsel  Hj.R.A. Anita Noeringhati, SH, MH, didampingi  Wakil Ketua H. Muchendi Mahzareki, SE, dan Kartika Sandra Desi, SH, dan dihadiri oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Sekretaris Daerah  H. Nasrun Umar, serta Anggota DPRD Provinsi Sumsel secara langsung dan Virtual.
Raperda tentang dukungan dan fasilitasi penyelenggaraan Pesantren, yang dibahas Pansus I, sedangkan Raperda tentang Arsitektur bangunan gedung berornamen jati diri budaya di Sumatera Selatan, yang dibahas Pansus II.
Dalam Laporan Pansus I yang dibacakan oleh Ketua Pansus I Antoni Yuzar, SH, MH, disampaikan secara umum diantaranya materi Perda, Fasilitasi dan dukungan disepakati memuat aturan yang diamanahkan atau mengacu pada UU No. 18 tahun 2019, terkait pendanaan dalam Perda ini dapat bersumber dari RAPBD Provinsi, RAPBD Kabupaten/Kota maupun sumber lain yang sah dan tidak mengikat sesuai ketentuan Perundang-Undangan, yang dalam kesimpulannya Pansus I dapat menyepakati dan menyetujui Raperda tersebut menjadi Perda.
Sementara itu, laporan Pansus II yang dipimpin oleh H. Toyeb Rakembang dan dibacakan oleh Ike Mayasari, SH, MH menyampaikan bahwa penting dan mendasar yang disepakati Pansus II yaitu: 1. Merumuskan pengaturan yang lebih luas tetang memajukan dan memanfaatkan nilai budaya Sumsel untuk memperteguh identitas dan jati diri masyarakat Sumsel, 2. Upaya mewujudkan dan mendorong terwujudnya peningkatan destinasi dan daya Tarik pariwisata di Sumsel, serta 3.
Memuat penghargaan bagi masyarakat yang memiliki komitmen dalam penggunaan unsur arsitektur bangunan gedung berornamen jati diri budaya di Sumsel. Serta pada Kesimpulannya Pansus II menyepakati Raperda dimaksud menjadi Perda.
Setelah pembacaan Laporan oleh masing-masing Pansus, dilanjutkan dengan permintaan persetujuan secara lisan oleh Pimpinan Rapat Paripurna kepada peserta Rapat Paripurna dan semua menyetujui Raperda tersebut menjadi Perda, serta dilanjutkan dengan prosesi penandantangan keputusan bersama DPRD Provinsi Sumsel dan Gubernur Sumsel tetang persetujuan terhadap 2 (dua) Raperda usul inisiatif DPRD  Sumsel  tersebut.
Rapat Paripurna ditutup dengan mendengarkan Pendapat Akhir dan Sambutan Gubernur Sumsel yang pada intinya mengapresiasi Raperda usul inisiatif DPRD tersebut dan berharap dengan Perda tersebut nantinya dapat menjadi payung hukum dalam memberikan bantuan kepada santri serta sarana dan prasarana bagi Pondok Pesantren, menjadi warisan berharga bagi generasi penerus dimasa yang akan datang, serta disampaikan kesimpulan / pendapat Gubernur yang menyepakati memberikan persetujuan terhadap 2 Raperda dimaksud menjadi Perda (Adv/Humas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed