Tiramiku Penyambung Hidupku

67
Rifki (26) merupakan sosok pemuda pantang menyerah demi menyambung hidup di tengah pandemi. Rifki menceritakan awalnya memulai usaha tersebut akibat terdesak kebutuhan ekonomi. Sebelum mencoba usaha ini, ia pernah mengajar di salah satu lembaga pendidikan non formal dengan gaji yang cukup memadai. Disiplin ilmu yang mumpuni dari sarjana teknik Universitas Sriwijaya mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik pada lembaga non formal tersebut selama beberapa tahun. Seiring dengan pandemi covid-19 melanda Indonesia, khususnya Sumatera Selatan membuat dirinya harus banting setir untuk menghidupi istrinya yang kini tengah berbadan dua. Rifki diberhentikan dari tempatnya bekerja karena lembaga pendidikan tempatnya bekerja berhenti beroperasi.
Rifki tidak patah semangat, ia mencoba untuk berdagang secara online bersama istrinya.
Suatu hari Rifki berdiskusi dengan temannya bernama Hoyi Putra Bangsawan (23) dan M.Anton (25) untuk mencoba budidaya Jamur Tiram. Gaung bersambut, kedua temannya sangat tertarik dengan jenis usaha tersebut yang belum banyak dikembangkan dan peluang pasarnya terbuka lebar.
Awal Oktober 2020, mereka mencoba usaha tersebut dengan cara menyewa sebuah lahan yang dulunya diperuntukkan untuk Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK). Mula-mula mereka membersihkan tempat tersebut, kemudian membuat rumah jamur dan rak-rak untuk menyimpan baglog. Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan sterilisari pada baglog sebelum disusun pada rak-rak yang sudah dipersiapkan. Setelah bau kapur dan obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan, dan pastikan seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.
Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji dan katul sebagai campuran, karena jamur tiram termasuk jamur kayu, cara membuatnya adalah; Pertama-tama Ayak serbuk kayu dari sisa-sisa potongan kayu dan kotoran lainnya. Campur dengan katul secara merata. Masukkan bahan kedalam plastik ukuran 1 kg dan kemudian di pres supaya padat dengan ujung diberi lubang untuk tumbuh. Agar baglog seteril di rebus dengan open selama kurang lebih 6 jam. Setelah dingin diberi bibit spora jamur.Susun baglog pada rak-rak yang sudah disiapkan.
Menurut Rifki, cara budidaya jamur tiram cukup sederhana dan ia peroleh secara otodidak. Jamur tiram cocok untuk daerah yang tropis, dan modal juga tidak terlalu besar malah jika dengan cara manual modal bisa ditekan dan dapat dilakukan secara bertahap. Jika tidak ingin menyiapkan dari awal cukup menyiapkan tempat untuk merawat dan membeli baglog selesai. Rumah jamur biasanya terbuat dari bambu atau kayu, dindingnya bisa dibuat dari gedek, papan atau rumbia, atapnya dari genteng, sirap rumbia. Tujuan model rumah jamur ini adalah agar kelembapan tetap terjaga, lantainya sebaiknya tidak di plester agar air yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap ke dalam tanah. Untuk  memudahkan perawatan dalam rumah jamur dibuat rak bertingkat untuk meletakkan baglog berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat, raknya bisa dibuat dari bambu atau kayu, rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.
Menurut Rifki, bagi petani pemula yang ingin mengembangkan jamur tiram tapi modal terbatas, maka dapat membeli baglog dibeli dari pihak lain, khususnya dari daerah Banyuasin dengan harga sekitar Rp 3.000an/ baglog.  Saat ini Rifki dan rekan  sudah mulai menikmati hasil budidaya jamur tiram yang mereka kembangkan. Omzet dalam 1 hari rata-rata 10-15 kg  untuk 1.400 bagloq dengan harga Rp.25-30ribu/kg. Dalam 1 hari mereka dapat mengantongi uang  sebesar Rp.300-450ribu. Rifki memberi merek jamur yang dipasarkan dengan nama “TIRAMIKU”. Berkat Tiramiku tersebut, ia mengaku kewalahan menerima order dari warung-warung tradisional, sementara hasil panen tidak dapat dipenuhi karena lahannya terbatas. Antusiasme masyarakat untuk mengkonsumsi jamur tiram tersebut karena manfaatnya cukup banyak, antara lain;  Dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dapat merunkan kolestro, mencegah kanker, sumber vitamin B3, Antioksidan, menjaga kesehatan jantung, mencegah penyakit diabetes, menjaga kesehatan tulang dan saraf. Bagi yang minat mengembangkan usaha tersebut atau ingin bermitra dengan Rifki silahkan hubungi redaksi di email: arungnews@yahoo.com. (Icuk M.Sakir)

LEAVE A REPLY