Geliat “Si Manis” Saat Pandemi

48
Salah satu peluang usaha yang jadi andalan saat pandemi adalah pembuatan gula aren.”Si manis” ini mampu memberikan secercah harapan ditengah pandemi. Usaha yang dilakoni “Wak Uban” di desa Ulak Segelung kecamatan Indralaya kabupaten Ogan Ilir untuk pembuatan gula aren sudah dilakukan selama satu bulan terakhir. Menghadapi situasi sulit di masa pandemi covid-19 membuat sebagian besar orang berupaya untuk bertahan hidup dengan berbagai cara. Terlebih lagi tak sedikit orang yang dirumahkan dan kehilangan pekerjaan akibat terdampak covid-19.
Melihat kemajuan usaha pembuatan gula aren Wak Uban tersebut, mendorong ketertarikan Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru untuk menengok pengolahan gula aren.
Di sana dia menyaksikan proses teknik pembuatan gula aren yang sebelumnya diawali dengan menyadap air dari pohon aren. Nira hasil sadapan kemudian direbus selama 4 hingga 5 jam tergantung banyaknya yang dimasak di tungku perapian.
Saat air nira sudah berubah warna ke merah-merahan, kemudian diambil sedikit lalu dimasukan ke dalam air untuk memastikan tingkat kematangan.
“Usaha pembuatan gula aren kini termasuk peluang usaha yang dilirik masyarakat. Proses pembuatannya memang cukup rumit. Namun jika ditekuni dan ditelateni bisa meningkatkan perekonomian, ” elas Feby ketika melihat pembuatan gula aren di desa Ulak Segelung, Selasa (13/10).
Dilanjutkannya usaha pembuatan gula aren dapat membantu masyarakat yang terdampak covid-19, sebab pembuatan gula aren membutuhkan tenaga perajin di setiap prosesnya.
Hasil produksinya juga berkualitas baik dan murni berasal dari air nira tanpa tambahan bahan pengawet
“Harganya cukup terjangkau. Untuk 1 kg gula aren dijual Rp. 30.000. Kami juga turut membantu pemasarannya di koperasi PKK Sumsel. Ini kami lakukan untuk memudahkan UMKM dalam pemasaran produknya sekaligus meringankan pembeli yang ingin mendapatkan gula aren dengan kualitas baik”, imbuhnya. Usaha pembuatan gula aren Wak Uban setiap harinya menghasilkan 5 kg gula aren.
Seperti dikatakan Nilawati, perajin yang bekerja di usaha pembuatan gula aren Wak Uban. Dia menyebutkan dari 1 pohon aren bisa dihasilkan 1 Kg gula aren.
“Ada 1200 batang pohon aren di perkebunan dengan luas 5 Ha ini. Sudah 7 batang pohon yang dipanen dan diolah menjadi gula”, ujarnya. Nilawati menambahkan proses pembuatan gula aren Wak Uban masih dilakukan secara tradisional dengan menggunakan kayu bakar dimana hasilnya lebih baik ketimbang diolah menggunakan kompor. (**)

LEAVE A REPLY