Geliat Ekonomi Ditengah Pandemi

58
Pengecoran pertama pembangunan jalan penghubung Desa Jungai dan Desa Tanjung Miring Kabupaten Ogan Ilir (OI),
Bidang ekonomi merupakan salah satu sektor yang mengalami keterpurukan sejak pandemi covid-19 beberapa bulan lalu. Untuk menggerakkan kembali sektor ekonomi tersebut, khususnya Kota Prabumulih, maka Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengucurkan anggaran Rp 30  M untuk menuntaskan jalan penghubung Kota Prabumulih dengan Kabupaten Ogan Ilir.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru, melakukan pengecoran pertama pembangunan jalan penghubung Desa Jungai dan Desa Tanjung Miring Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sabtu (17/10).
Pada kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Prabumulih, karena sejak dua tahun lalu bantuan yang sudah diberikan Pemprov Sumsel ke Kota Prabumulih sudah terlaksana dengan baik. Semua berjalan sesuai target dan efektif terutama dalam mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi. “Tahun lalu sudah baik semoga tahun ini lebih baik lagi. Dengan bantuan direct Rp30 miliar serta Rp40 miliar untuk penanganan infrastruktur kita harap keperluan Kota Prabumulih dapat terpenuhi,” jelasnya.
Dikatakannya selama ini perekonomian di Kota Prabumulih sangat tergantung dengan sektor pariwisata dan jasa, sehingga tak heran perekonomian ikut melambat lantaran adanya Covid.
Namun demikian saat ini masyarakat menurutnya harus bersyukur karena meski pandemi, harga karet justru perlahan membaik. Iapun berharap harga peningkatan harga karet ini dapat bertahan sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ” Hanya saja Saya ingatkan, saat harga membaik pengeluaran juga ikut naik. Tetap seperti biasa saja, kalaupun ada lebih sebaiknya ditabung untuk pendidikan dan kesehatan keluarga,” ujarnya. Kepada kontraktor yang melaksanakan pembangunan, HD juga tak lupa berpesan agar tetap mengutamakan kualitas karena jalan ini sangat dibutuhkan warga bukan hanya setahun atau dua tahun saja.
Selain mengingatkan hal itu, HD juga meminta agar masyarakat tetap disiplij menerapkan protokol kesehatan sesuai Pergub 37 tahun 2020 tentang protokol kesehatan.
” Ini sangat fleksibel. Silahkan saja beraktivitas dan kegiatan apapun tapi jangan lupa kenakan masker. Masker ini bukan hanya melindungi kota sendiri tapi juga bentuk kit melindungi orang-orang sekitar,” jelasnya. (**)

LEAVE A REPLY