Ratusan Hektar Lahan Rawa Kabupaten OKU diberdayakan

204

Ratusan hektar lahan rawa pasang surut di Desa Kedaton Timur Dusun Talang Jipang Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya yang diberdayakan, diresmikan oleh Bupati OKU Drs.H. Kuryana Azis dengan penanaman padi perdana Kamis, (5/12/2019).

Menurut Bupati OKU, lahan rawa yang diberdayakan menjadi persawahan tanaman padi itu dialokasikan seluas 300 hektar tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya dan Sinar Peninjauan. Sebelum dirubah menjadi lahan persawahan, lahan rawa di kedua kecamatan tersebut dipenuhi semak dan kayu gelam. Kini setelah diberdayakan, di sekitar lahan rawa telah dibangun jalur irigasi tertata rapi. ” Insha’Allah hasil kerja masyarakat ini kelak akan dirasakan warga setempat dari hasil tanam mereka,” ujarnya. Keberhasilan program pengembangan lahan rawa ini harus terus didukung, tidak hanya pengelolaan secara fisiknya saja, juga harus didukung oleh proses pengawalan dan pendampingan yang baik oleh Pemerintah Kabupaten OKU maupun instansi terkait¬† secara berkesenambungan guna tercapainya tujuan Program Serasi, yaitu singkatan dari Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya dibutuhkan sistem pengendalian yang baik pula, sehingga mutu kegiatan dapat terkontrol dan output, serta sasaran program dapat tercapai. Atas peran aktif masyarakat kelompok tani Desa Kedaton Timur, Bupati OKU mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada masyarakat di daerah tersebut. Pada tempat dan waktu yang sama, dalam laporannya Kepala Dinas Pertanian OKU, Joni Saihu mengungkapkan, memang banyak kendala yang dihadapi petani dalam mengembangkan pertanian padi di lahan rawa ini, terutama dari sisi perairan karena air yang tergenang di areal ini harus dikeluarkan dan melalui kegiatan Program Serasi yang dicanangkan Kementerian Pertanian mulai Tahun 2019 ini, kita telah membuat kanal-kanal atau siring dengan tujuan pembuangan air dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi hujan sehingga tidak menimbulkan genangan air, pengelolaan air yang lebih baik sehingga sawah rawa dapat digarap sepanjang tahun, baik musim kemarau maupun musim hujan. Dengan begitu, lanjut Joni Saihu, petani tidak hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun, tetapi dua atau tiga kali setahun.

Kendala yang lain adanya tingkat keasaman tanah yang masih sangat tinggi. Oleh karena itu melalui program Kementerian Pertanian memberikan bantuan Dolomit (kapur pertanian) sehingga keasaman tanah dapat diminimalisir. Fokus kegiatan yang dilaksanakan pada Program Serasi ini meliputi perbaikan infrastruktut jaringan tata air,  tanggul, jalan usaha tani, pintu air dan pompanisasi, alsintan, saprodi serta escavator. Dengan Program Serasi diharapkan para petani di seluruh tanah air mampu menjadikan lahan rawa pasang surut sebagai lumbung pangan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani. Mewakili kelompok tani, Wasjud menyampaikan ucapan terima kasih atas segala dukungan dan bantuan yang diberikan untuk membangkitkan kelompok tani di daerah ini yang diharap dapat berkembang dan maju sebagai petani yang berhasil. Usai acara penanaman padi di lahan rawa pasang surut, Bupati OKU Drs.H.Kuryana Azis beserta rombongan melanjutkan silaturahmi ke Pondok Pesantren An Nur Desa Kedaton, meninjau gedung kelas dan asrama santri yang telah selesai dibangun serta bersilaturahmi dengan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren An Nur Kedaton. (Armin Pani).

LEAVE A REPLY