Masih Ada Orang Tua Utamakan Bahasa Asing Pada Anaknya

186

Kepala Balai Bahasa Sumatera Selatan, Firman Susilo sangat menyayangkan hingga kini masih ada orang tua yang berangapan jika anaknya pandai berbahasa asing, mungkin hidupnya akan mapan atau apa, padahal tidak seperti itu. ” Orang tua itu kerap kali berbahasa asing dengan anak-anaknya,” ujarnya.

Hal tersebut dikatakan Firman Susilo ketika memberikan Penyuluhan Bahasa Indonesia kepada sejumlah wartawan dan sejumlah humas seperti dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Dandim 0403 OKU, Polres OKU, PT Semen Baturaja, Dinas Pendidikan Kabupaten OKU dan dosen dari Universitas Baturaja (Unbara), guru dan siswa dari tingkat Sekokah Menengah Atas (SMA) Negeri setempat, di Balai Pendidikan Latihan PT. Semen Baturaja, Rabu pagi, 4 September 2019.
Lebih lanjut Firman Susilo mengatakan, sebagai warga yang baik, tentu kita harus memiliki sikap positif terhadap bahasa sendiri, yakni bahasa Indonesia sebagai bahasa negara kita. ” Sudah seharusnya kita mengutamakan bahasa Indonesia dalam seharian kita,” tambahnya.
Juga banyak yang latah dalam penggunaan istilah, seperti Car Free Day.
” Nah itu khan bahasa asing. Padhal kita lakukan di Kabupaten OKU. Apa salah kalau kita tulis ” Kawasan Bebas Kenderaan.” Khan lebih enak,” ucapnya. Pengutamaan dalam penggunaan Bahasa Indonesia merupakan pengejawantahan dari butir ke tiga dari Sumpah Pemuda. Kita tidak anti bahasa asing, kita juga ingin Rakyat Indonesia menguasai sebanyak-bsnyaknya bahasa asing dalam rangka hubungan baik dengan pihak luar, agar kita tidak dibodohi. Media Massa sebagai garda terdepan dalam penggunaan bahasa negara, jika ditulis secara salah atau tidak sesuai kaidah Bahasa Indonesia maka akan dapat mempengaruhi pemahaman atau pengetahuan pembacanya. Hal inilah yang mendorong pihaknya memfasilitasi para wartawan agar menerapkan kaidah Bahasa Indonesia dengan sebaik-baiknya sekaligus lebih mengutamakan bahasa negara kita, yakni Bahasa Indonesia. Penulisan dengan menggunakan kaidah bahasa yang baik oleh media massa tentu turut membantu para siswa, para guru dan masyarakat dalam menahami kaidah kebahasan khususnya Bahasa Indonesia. Ada tiga pilar yang dibangun oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Pembukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Yakni, mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah serta menguasai bahasa asing. Atas langkah yang diambil Balai Bahasa Sumatera Selatan (Sumsel) ini dengan menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten OKU, Bupati OKU Drs.H.Kuryana Azis sangat mengapresiasi, apalagi ini adalah pertama kali disekenggarakan di Bumi Sebimbing Sekundang, berlangsung selama 4 hari atau sampai hari Sabtu, 7 September 2019. Dirinya pun menyadari, masih banyak salah atau keliru dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Oleh karena itu ke depan, mungkin Pemerintah Kabupaten OKU akan turut mengajak kerjasama, dalam rangka menyamakan persepsi bahwa Bahasa Indonesia itu adalah bahasa kebesaran, bahasa persatuan dan bahasa yang paling bagus. Kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia (PBI) buat media massa di Kabupaten OKU dibuka langsung Bupati OKU Drs.H.Kuryana Axis. Turut hadir Dandim 0403 OKU, Letkol (Arm) Agung Widodo, S.Sos, Kapolres OKU diwakili Kabag Humas, AKP Rahmad Aji, Plt.Ass 1 Priyatno Darmadi, Kepala Operasional Pabrik PT.Semen Baturaja (Persero) Tbk dan para Kepala Dinas, Kepala Bagian dilingkungan Pemerintah Kabupaten OKU. (Armin Pani)

LEAVE A REPLY