Sumsel Jadi Pilot Project Optimasi Lahan Rawa Pasang Surut

256

SUMSEL- Dihadapan Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P ,Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru (HD)  menyatakan Sumsel bersama seluruh rakyat optimis segera mengembalikan kejayaan Provinsi Sumsel sebagai lumbung pangan. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat koordinasi Bidang Pertanian di Hotel Aryaduta Kamis 06 Desember 2018.

Dalam kesempatan itu HD juga mengaku bangga karena Provinsi Sumsel ditunjuk menjadi pilot project program yang diintruksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui Kementrian Pertanian, yakni program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

“Kita terima dengan penuh tanggung jawab ini, dari 34 provinsi di Indonesia hanya Sumsel dan Kalsel yang menjadi pilot project. Maka keseriusan itu saya tunjuk jajaran Pemprov Sumsel yang membidangi pertanian juga kabupaten kota semua sudah sepakat bahwa kita terima program ini sebagai program yang tujuannya segera menekan angka kemiskinan, angka kemiskinan dalam waktu dekat sudah harus satu digit,” ungkapnya

Ia juga menyatakan Pemprov Sumsel berkomitmen menginisiasi semua daerah untuk memberikan perhatian lebih terhadap petani. Dimana Provinsi Sumsel sendiri, telah menyiapkan anggaran tertentu membeli langsung beras petani.

“Ini bentuk perhatian terhadap petani, ini juga berguna menjaga semangat para petani bahwa mereka sejatinya tidak pernah diabaikan, karya petani kerja petani adalah bagian dari kontribusi mereka berjuang menurunkan angka kemiskinan,” tuturnya

“Pak Menteri bimbing kami, pak menteri kawal kami akan berjuang sekuat tenaga Sumsel harus kembali kepuncak kejayaannya menjadi lumbung pangan,” tambahnya

Yang paling maksimum di Banyuasin, OKI, dan OI sisanya di kabupaten/kota yang berkomitmen. Bahkan lahan kehutananpun ibu Menteri kehutanan sudah mempersilakan untuk produktif.

Ditemui usai acara, Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P menuturkan, Kementerian Pertanian membangunkan lahan tidur kurang lebih 500.000 hektare di Provinsi Sumsel.

Untuk tahap pertama sebanyak 200.000 hektar, dimana ia yakin kalau program ini berhasil akan berpengaruh pada pendapatan petani di Provinsi Sumsel yang naik hingga mencapai 12 Triliun.

“Ini rencana besar kami focus atas perintah Bapak Presiden. Kami (Kementerian Pertanian) diperintahkan untuk membangun lumbung pangan baru di Sumsel. Ada 500.000 hektar, tahap pertama 200.000 hektar tahun ini,” katanya

Dikatakannya, yang akan diterapkan adalah pertanian modern gagasan besar Presiden RI adalah koperasi di Koorporasikan. Pertanian modern yang dimaksud adalah bukan pertanian biasa yang selama ini traditional, konvensional dan sebagainya. Melainkan mentransformasikan pertanian traditional menjadi pertanian modern.

“Pendapatan petani bisa naik tiga kali lipat, sudah dua tahun kita lakukan penelitian mempunyai varietas baru yang cocok untuk daerah rawa. Produksinya enam ton, dulu petani produksinya 2 ton dengan varietas baru itu bisa menyelesaikan daerah rawa produksi sebanyak enam ton, namanya Inpari, bisa tiga kali lipat pendapatan petani,” ungkapnya.

#Sumsel Prioritas Lumbung Pangan Nasional

Banyausin – Usai menghadiri Rakor Bidang Pertanian di Hotel Aryaduta, Gubernur Sumsel Herman Deru mendampingi Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Banyuasin. Rombongan ini meninjau langsung lokasi Pilot Project Pengembangan Lahan Rawa di Kabupaten Banyuasin khususnya Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyusin, Kamis (6/12/2018), siang.

Menteri Andi mengaku bangga melihat potensi yang ada di Banyuasin. Rencananya Menteri Pertanian Andi Amran menginginkan produksi besar -besaran bahkan dari cara pertanian tradisional menjadi pertanian modern.

“Potensi lahan di Banyuasin ini sangat luar biasa. Doakan dalam waktu dekat sekitar satu minggu ini ekskavator tiba sebanyak 22 unit. Kita akan membuat tanggul sepanjang sungai ada 200 ribu  hektar lahan rawa beepotensi di Banyuasin. Kalau ini kita garap bisa menghasilkan bahkan meningkatkan pendapatan Kabupaten Banyuasin sampai Rp.12 Triliun,”katanya.

Saat ini lanjut Kementan juga telah menunjuk Provinsi Sumsel sebagai salah satu prioritas  lumbung pangan nasional. Menurut Andi Amran selain Kalimantan Selatan, Kabupaten Banyuasin yang tentu menjadi fokus menggarap dalam upaya peningkatan produksi pangan.

“Tolong masyarakat saya titip alat ini karena Banyuasin menjadi prioritas di seluruh Indonesia. Ada dua Provinsi di Indonesia yang diprioritaskan hanya Sumsel dan Kalsel yang menjadi fokus untuk menggarap lahan-lahan rawa yang bisa ditingkatkan produksinya. Kami juga mendengar ada produksi kalau tanam kedua satu ton hingga dua ton produksinya, nanti kita angkat menjadi lima ton hingga tujuh ton persatu kali tanam,”katanya.

Dirinya meminta jika alat-alat yang dikirim sudah datang agar alat tersebut dapat langsung difungsikan sehingga dalam waktu cepat dapat dimaksimalkan.

“Sekali tolong jangan lagi diskusi langsung kerja , jangan ada lagi diskusi ini eskavator datang langsung kerja, jangn lagi diskusi mulai dari mana. Dimana saja ini dimulai operatornya disitu kita mulai,” tegas Mentan.

Tentu jika Kabupaten Banyuasin dapat berhasil yang seperti diharapkan, Menteri Pertanian Andi Amran berjanji akan menambahkan lagi alat-alat tersebut.

“Ada 22 unit Ekskavator, kalau ini bekerja dengan cepat dalam waktu dekat akan dikirimkan lagi 20 buah mesin Ekskavator. Kita ingin besar-besaran, kalau ini berhasil Insya Allah akan kami tambah lagi, kebetulan tadi juga ada roda dua 100 unit. kita membuat pertanian modern disini. Insya Allah niat baik ini dapat berhasil. Kita harus tekad bergandengan tangan, kita bangun Banyuasin bangun Sumsel sebagai lumbung pangan Indonesia,”tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru merasa bangga pasalnya Provinsi Sumsel di Kabupaten Banyusin ditunjuk oleh Kementerian Pertanian untuk menjadi prioritas sebagai lumbung pangan nasional.

“Kita harus bangga salah satu menjadi Kabupaten prioritas di indonesia oleh karena itu kita harus bangga. Tadi Menteri bilang sama saya, Ekskavator yang 22 itu segera kita kirim ke Banyuasin,” terangnya.

Dirinya berharap masyarakat Banyuusin agar dapat bekerja serius dalam hal ini sehingga Sumsel bisa mewujudkan diri menjadi lumbung pangan nasional.

“Kalau masyarakat Sumsel serius dan peralataan segera datang kita yakini Sumsel bisa segera menjadi lumbung pangan nasional,”ucapnya.

LEAVE A REPLY