FGD Tolak Paham Radikalisme dan Terorisme

493
Inisiator Pemuda NKRI Akhmad Marzuki.

PALEMBANG | Dalam mengantisipasi masuknya paham radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus, Focus Group Discussion (FGD) mengadakan dialog dengan tema Dialog dan Deklarasi Perguruan Tinggi Dalam Menolak Radikalisme dan Terorisme Dilingkungan Kampus, bertempat di Gedung Lab Terpadu Universitas PGRI Palembang, Senin (30/7).

Inisiator Pemuda NKRI Akhmad Marzuki mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan guna menindaklanjuti kejadian yang menimpa beberapa kampus yang terkontaminasi paham radikalisme dan terorisme. Menurutnya kegiatan ini sengaja menyasar kepada beberapa kampus yang ada di Sumatera Selatan, kita bersama para mahasiswa kampus untuk menindaklanjuti kejadian beberapa waktu lalu yang pernah terjadi di kampus yang ada di Indonesia.

“Kita tahu, beberapa waktu lalu ada kampus di Indonesia yang terkontaminasi Radikalisme dan Terorisme,” jelas Akhmad.

Dirinya berharap, kampus-kampus yang ada di Sumatera Selatan dapat bebas dari Radikalisme dan Terorisme.

“Disini Pemuda NKRI merukan kumpulan Pemuda-pemuda lintas suku agama dan etnis di Sumatera Selatan yang terdiri dari beberapa organisasi dari kemahasiswaan dengan mengadakan kegiatan ini yang tidak lain untuk menjaga kodisi kondusif di Sumatera Selatan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti) Wilayah II Sumbagsel, Slamet Widodo menyatakan, terpaparnya mahasiswa oleh paham radikalisme sudah menjadi tugas kami untuk menjaga agar jangan sampai terpengaruh.

“Radikalisme dan terorisme merupakan ajaran sesat  yang bertentangan dengan Pancasila. Dan dalam penerimaan mahasiswa baru akan di instruksikan untuk mengadakan kegiatan paham anti radikalisme dan terorisme sehingga memiliki wawasan kebangsaan,” urainya.

Kombes Pol, Son Ani, menyambut baik kegiatan ini, dan sangat penting. Untuk itu Ia meminta kegiatan seperti ini terus dilakukan bahkan di seluruh kampus-kampus di Sumsel.

Letkol Inf, Iskandar mengatakan bahwa radikalisme dan terorisme merupakan bahaya bagi Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Penting bagi pemuda dan mahasiswa untuk paham akan radikalisme, terorisme sehingga tidak mengikutinya,” pungkasnya.

Sebagai narasumber FGD, Lembaga Layanan Dikti Wilayah II Sumbagsel, Slamet Widodo, Rektor UIN M. Sirozi, Rektor Universitas PGRI, Wakil Asisten Teritorial Kodam (Waaster Dam) II Sriwijaya Letkol Inf Iskandar, Dir Binmas Polda Kombes Pol, M Son Ani, Kesbangpol Sumsel, MUI Sumsel.

Dalam kesempatan tersebut, Forum Pemuda NKRI yan terdiri dari beberapa organiasi yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Persatuan Mahasiswa Kristen Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa PALI (HIMAPALI), Ikatan Pemuda Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU), Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila  (Sapma), melakukan penandatanganan integritas penolakan paham Radikalisme dan Terorisme. (asr)

LEAVE A REPLY