Jamkrida Sumsel Bidik Proyek Infrastruktur

431

PALEMBANG- PT. Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sumatera Selatan  membidik proyek infrastruktur karena daerah ini akan membuka Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api dan menggelar perhelatan Asian Games XVIII tahun 2018.

Direktur PT Jamkrida Sumsel Dian Askin Hatta mengatakan, “sementara ini perusahaan telah mendapatkan klien dengan nilai proyek Rp1 trilun dengan nilai penjaminan Rp50 miliar kita mendapatkan IJP sebesar Rp. 400jt sesuai dengan peraturan OJK.

Dari proyek ini saja, Jamkrida meraih untung Rp400juta. Namun, nilai Rp400 juta ini tidak penuh karena kami juga menjaminkan diri pihak nya harus membayar 10% adalah batasan jamkrida menjamin untuk penjaminan proyek Rp.50M adalah sebesar Rp. 5M saja sesuai dengan ketentuan OJK.

Lanjutnya,” Ia mengatakan peluang untuk meraup laba sangat terbuka di masa datang seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi di Sumsel, yang mana pada triwulan III/2017 laba diperkirakan di tahun 2017 ini sebesar Rp.2M.

Jamkrida Sumsel saat ini menjajaki peluang menjadi penjamin proyek Pasar Cinde, Gedung UIN Raden Fatah, dan Masjid Sriwijaya. Yang bermitra dengan Bank Sumsel Babel.

Hanya saja, perusahaan terkendala modal karena sejauh ini hanya bersumber pada suntikan dari Pemeritah Provinsi Sumatera Selatan.

“Dengan modal yang ada saat ini aja kami sudah mencetak laba Rp3 miliar tahun ini atau meningkat dari capaian tahun lalu hanya Rp800jt laba di Tahun 2016. Jika saja kami diberikan modal Rp100 miliar maka jaminan yang bisa diberikan bisa Rp1 triliun,” katanya.

Sementara itu, Asisten Bidang Kesra Ahmad Najib mengatakan,” pemprov pada prinsipnya siap menambah suntikan modal karena peluang Jamkrida untuk berkembang di masa datang sangat terbuka.

Kami akan melihat progresnya usahanya dulu, sama seperti suntikan modal yang kami berikan ke Bank Sumsel Babel, dan BUMD lainnya,” katanya.

Pemerintah mengharapkan Jamkrida juga menggarap segmen UMKM atau tidak terpaku pada sektor infrastruktur.

Kalangan usaha kecil ini sangat perlu dibantu mengingat kerap kesulitan mendapatkan modal lantaran tidak memiliki jaminan. Dengan adanya Jamkrida yang bertindak sebagai penjamin, diharapkan kalangan UMKM terpikat untuk memanfaatkan momen Asian Games.

Tinggal lagi bagaimana caranya memperluas akses kalangan UMKM ke Jamkrida. Sebaiknya jemput bola,” imbuhnya.

Performa Jamkrida cukup baik pada tahun ini dengan mencatat imbal jasa penjaminan per Oktober Rp15 miliar. Bisnis ini diperkirakan makin moncer di tahun mendatang karena ada dorongan kebijakan pemerintah yakni aturan baru dengan UU No. 1 tahun 2016 TENTANG PEJAMINAN yg akan berlaku tgl 19 Januaro 2019. (win)

LEAVE A REPLY