Dengan Metode Outbond Memperluas Wawasan Kebangsaan Mahasiswa

253

PALEMBANG- Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI yakni dengan metode outbound, diharapkan dapat menambah dan memperluas wawasan kebangsaan mahasiswa, mempererat rasa persatuan dan kesatuan, serta mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa.

Diharapkan dapat memberikan kesadaran tentang pentingnya berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini dukungan lembaga pemerintah sangat dibutuhkan untuk memberikan dorongan serta sosialisasi terhadap pembentukan karakter anak bangsa.

Sebanyak 100 Mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Sumatera Selatan mengikuti kegiatan Sosialisasi 4 (empat) pilar yang diselenggarakan oleh MPR RI yang diadakan di Universitas IBA pada tanggal 15-18 September 2018.

Indonesia mempunyai ideologi yang sudah tepat dan mantap yakni Pancasila. Sosialisasi empat pilar ini bukan merubah bentuk tata negara. Dalam kegiatan ini, mahasiswa akan diajarkan mengenai pentingnya ideologi negara Pancasila dalam membangun persatuan, bentuk negara kita yakni Negara Kesatuan Republik Indinesia (NKRI), serta isi negara Indonesia ini Bhineka Tunggal Ika, serta Hukum dasar yakni UUD 1945, jelas Pimpinan Badan Sosialisasi MPR RI, Edhy Prabowo saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Hotel Grand Zuri, Jumat (15/9).

“Dalam kegiatan ini, mahasiswa akan diajarkan mengenai pentingnya ideologi negara Pancasila dalam membangun persatuan, bentuk negara kita yakni Negara Kesatuan Republik Indinesia (NKRI), serta isi negara Indonesia ini Bhineka Tunggal Ika, serta Hukum dasar yakni UUD 1945,” jelasnya.

Menurutnya empat pilar ini sudah diajarkan oleh bapak pendiri bangsa, hal ini akan terus disosialisasi kepada penerus bangsa, bahwa inilah yang harus kita jaga karena banyaknya paham-paham yang dengan mudah masuk ke Indonesia.

Ia mengatakan selain bentuk sosialisasi outbound, ada juga bentuk sosialisasi anggota, kunjungan ke daerah. Mahasiswa dipilih untuk menjadi peserta karena mahasiswa sedang ingin meunjukkan jati diri, dan ego sektoral. Disini para mahasiswa akan diarahkan untuk kedepan menjadi generasi yang lebih baik.

“Salah satu paham yang berbahaya yakni, paham radikal yang dapat merusak sistem bentuk negara kita, inilah yang harus kita waspadai,” bebernya. (win)

LEAVE A REPLY