Menteri Yohana dan Eliza Alex Nyanyi Bareng Lagu Anak-Anak Era 90an

787
Palembang- Ribuan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kisaran usia 5-6 tahun se-Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ramaikan Halaman Kantor Gubernur Sumsel, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Indonesia (HANI). Acara dimeriahkan  berbagai perlombaan seperti lomba menggambar dan mewarnai, memindahkan bendera, menjahit kertas, serta Fashion Show. Kamis (03/07)
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, didampingi Bunda Paud Provinsi Sumsel Hj. Eliza Alex Noerdin, dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Akhmad Najib. Acara berlangsung ceria, menariknya lagi dalam kesempatan ini Yohana Susana Yembise dan Hj. Eliza Alex menghebohkan panggung dengan mengajak anak-anak naik ke atas panggung, alhasil empat lagu anak-anak era 80-90an dinyanyikan bersama.
Dikatakan Yohana, Anak-anak adalah generasi masa depan bangsa dan negara di Indonesia ada sekitar 80 juta anak Indonesia yang dilindungi negara, dilindungi UUD 1945, dan juga UU Perlindungan anak. “Jadi sekarang sudah tidak main-main lagi dengan anak- anak. anak-anak adalah investasi dari masa depan bangsa dan negara ini, oleh karena itu saya berpesan para orang tua yang hadir, menjaga anak-anak, penuhi hak nya yakni, bersekolah, bermain, berkreatif,” tegasnya
Saat ini banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa anak patut dilindungi. Lanjut Yohana,  hingga kini semua negara berlomba-lomba untuk mengangkat perempuan juga anak-anak. Dapat dikatakan, satu negara itu belum maju bilamana perempuan dan anak itu belum berada digaris aman.
 “Saya himbau seluruh masyarakat, mohon melindungi anak-anak. Saya pesan juga kepada Bunda Paud Sumsel untuk memutuskan mata rantai kekerasan, dimulai dari PAUD untuk mendampingi supaya tidak boleh mendapat kekerasan dari siapapun, ” tegasnya
Yohana turut apresiasi kinerja dan kontribusi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak provinsi Sumsel. Dimana mampu berhasil mengurangi tingkat kekerasan pada wanita dan perempuan. “Saya tidak mau disini ada kekerasan kepada anak,” pungkasnya.
Bunda Paud Sumsel yang juga sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Hj.Eliza Alex menambahkan, Terlepas dari maraknya kasus-kasus kekerasan kepada anak, tidak dipungkiri pelayanan yang dilakukan oleh Pemerintah dan pengatur kepentingan lainnya untuk memenuhi hak anak dan perlindungan kepada anak telah mengalami kemajuan yang sangat terbukti.
“Anak-anak perlu dibekali dengan keimanan, kecerdasan, keterampilan jiwa dan semangat kebangsaan serta kesegaran jasmani, agar dapat bertumbuhkembang menjadi manusia yang cerdas dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa,”tuturnya
Saat ini jumlah anak di Sumsel mencapai 2.877.330 anak dari jumlah tersebut 152.408 anak belajar dilembaga PAUD baik itu di Taman Kanak-Kanak, maupun taman bermain penitipan anak,  untuk menunjang keberhasilan anak-anak tersebut. Ia berharap para orang tua, pemerintah, masyarakat agar dapat menumbuhkembangan potensi anak sesuai minat dan bakatnya.
” Dalam rangka bukti nyata Pemprov sumsel telah serius melaksanakan pembangunan yang mengutamakan hak anak. Setiap anak berhak untuk mendapatkan layanan pendidikan, kesahatan dan kesejahteraan, serta perlindungan yang memadai,” tutupnya mengakhiri kata sambutan. (ril)

LEAVE A REPLY