Wagub Sumsel Buka Sosialisai GT-PPTPPO

141

Palembang- Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki yang juga Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-PPTPPO) Provinsi Sumsel secara resmi membuka kegiatan sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang di dua Kabupaten/Kota yakni Lubuk Linggau dan Empat Lawang.

Sosialisasi ini merupakan upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota terkait PPTPPO di wilayah Sumsel. Di Kota Lubuk Linggau dilaksanakan di Gedung Kesenian dan di Kabupaten Empat Lawang sosialisasi berlangsung diPendopoan Bupati, Rabu (12/4).

Ishak Mekki mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel sengaja menggelar sosialisasi GT-PPTPPO di seluruh Kabupaten/Kota di Sumsel agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana bentuk, modus, dan cara yang dilakukan oleh pihak yang melakukan tindak pidana perdagangan orang dengan mengatasnamakan tenagakerja baik melalui pengiriman tenaga kerja duta seni, budaya,  perkawinan pesanan, pengangkatan anak, pemalsuan dokumen (KK/KTP), kerja paksa, penculikan dan lainnya.

“Ini perlu diwaspadai dan jangan sampai terjadi kembali karna sudah cukup banyak kasus yang terjadi dari beberapa tahun terakhir, melalui sosialisasi ini kita berharap jangan sampai terjadi lagi kedepan,” tegasnya.

Dijelaskan Ishak Mekki, tahun 2015 hingga 2017 terdapat beberapa kasus tindak pidana perdagangan orang yang ditangani oleh GT-PPTPO Provinsi Sumsel dengan korban 15 orang yakni 2015 sebanyak 4 kasus dengan korban 7 orang, tahun 2016 sebanyak 5 kasus dengan korban 8 orang dan tahun 2017 sebanyak 1 kasus dengan korban 2 orang.

Penyebabnya bisa dilihat dari berbagai aspek seperti kemiskinan, terbatasnnya lapangan pekerjaan, terlalu percaya kepada agen/perekrut dan lainnya. “Ayo kita cegah bersama tindak pidana perdagangan orang. Khususnya kepada kaum perempuan, jangan mudah terpengaruh oleh iming-iming dari agent TKW,” imbuhnya.

Lanjut Ishak Mekki, tindak pidana perdagangan orang masalah yang serius baik dari sisi sosial, politik, budaya, lingkungan dan ekonomi maupun harga diri dan martabat bangsa.

Untuk mengatasi kemiskinan, kata Ishak Mekki, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Sumsel diantaranya sejak 2008 Pemerintah Sumsel menjadikan pendidikan sebagai prioritas melalui program sekolah gratis sampai sarjana.

“Harapan kita bagaimana anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampun tetap bisa kuliah dan menjadi sarjana, dengan begitu mereka akan mampu mengangkat harkat dan martabat keluarganya,” terang Ishak Mekki.

Walikota Lubuk Linggau, Prana Putra Sohe mengatakan, tindak perdagangan orang merupakan bentuk modern dan bentuk kejahatan terhadap manusia yang dilakukan dengan berbagai modus. pemerintah dan masyarakat Lubuk Linggau sangat menyambut baik diselenggarakannya sosialisasi ini. (rill)

LEAVE A REPLY