Buka Musrenbang RKPD, Mendagri Apresiasi Pembangunan Sumsel

121

Palembang- Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo resmi membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka penyususnan RKPD tahun 2018 di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Senin (17/4).

Dalam kesempatan ini Mendagri menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang mampu membangun Sumsel dengan baik. Menurutnya, dari hasil evaluasi Kementian Dalam Negeri penepatan janji kampanye Gubernur Alex Noerdin sudah mendekati 91 persen terpenuhi.

Mendagri menilai, melalui imajinasi, keberanian dan konsepsi Gubernur Alex Noerdin mampu membangun Sumsel dengan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, pemerataan pembangunan dan mempercepat tingkat kesejahteraan rakyat sehingga keputusan politik yang dikeluarkan Gubernur bersama DPRD semata untuk kemaslahatan masyarakat Sumsel.

“Salah satu contoh betapa gigihnya Gubernur Alex Noerdin memperjuangakan aspirasi masyarakat di rapat terbatas dipimpin Presiden, khusus terkait kawasan Jakabaring Sport City,” ungkapnya.

Lanjut mendagri, kedepan Indonesia akan ada dua pusat kegiatan olahraga Internasional yakni di Jakarta dan Sumsel. “Saya mengusulkan dan meyakini pak Gubenrur Alex Noerdin akan menjadi tokoh olahraga nasional Indonesia,” ujarnya.

Terkait Asian Games, Tjahjo Kumolo mengakui tidak meragukan kesiapan Sumsel, mulai dari Rumah sakit dibangun dengan baik, Infrastruktur dibangun dengan baik, bandara, Jalan Toll, Kerata Api, Pelabuhan dan lainnya.

“Kita lihat bersama paparan dari Panglimanya pembanganunan Sumsel yakni Alex Noerdin, Mudah-mudahan seluruh material yang mangkrak di Hambalang bisa di pindah ke Provinsi Sumsel,” terangnya.

Terkait RKPD Sumsel 2018, Mendagri menekankan kepada Pemerintah daerah bersama DPRD diwilayah Sumsel dimana setiap kebijakan politik pembangunan pemerintah daerah harus mampu dirumuskan bersama baik terkait perencanaan anggaran, penyusunan peraturan daerah dan fungsi pengawasan yang dijalankan DPRD.

Menurutnya, penyelenggaraan musrenbang ini merupakan rangkaian penting dalam rangka penyusunan program dan kegiatan strategis tahun 2018. Musrenbang merupakan perwujudan partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam proses perencanaan pembangunan. Dalam penyususnan RKPD ini memiliki tiga pilar penting yakni Bappenas, Kementrian Keuangan dan Kementrian Dalam Negeri.

“Jadi Musrenbang ini intinya fokus pada penjabaran dan fokus program dari rencana program seorang gubernur terpilih dimana janji kampanye dijabarkan dalam program jangka pendek, menengah dan jangka panjang serta disinergikan dengan janji kampanye Bupati/Wali Kota. Sehingga, sinergitas antara Provinsi dan Kabupaten/Kota akan menentukan pola dan perencanaan pembangunan Provinsi Sumsel, ini bagian dari Nawacita Presiden,” tegasnya.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam sambutanya mengungkapkan bahwa RKPD Sumsel tahun 2018 mempunyai posisi strategis karena merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD 2013-2018, dengan visi yang harus diupayakan bersama adalah “Sumatera Selatan Sejahtera, Lebih Maju dan Berdaya Saing Internasional”.

Dijelaskan Alex, beberapa sasaran makro pembangunan Sumsel tahun 2018 adalah Pertumbuhan ekonomi: 5,54%, Indeks Gini: 0,340, Inflasi terkendali pada level 4%, IPM: 69,26, Persentase Penduduk Miskin turun menjadi 12,87%, Indeks Kualitas Lingkungan: 48,90,dan Pengangguran Terbuka turun menjadi 3,70%.

“Pencapaian sasaran tersebut bukan hal yang mudah, apalagi saat ini kondisi perekonomian global dan nasional masih mengalami perlambatan, demikian juga komoditi unggulan Sumatera Selatan seperti karet, sawit, batubara dan minyak bumi harganya belum menggembirakan. Namun, Kita tetap optimis dengan adanya sinergi antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat, Dunia Usaha baik BUMD, BUMN, Swasta dan Masyarakat maka sasaran tersebut dapat kita capai bersama,” ungkapnya.

Lanjut Alex Noerdin, dengan memperhatikan hasil evaluasi dan capaian pembangunan Sumsel tahun 2016 serta proyeksi tahun 2017, prioritas pembangunan Sumsel tahun 2018 adalah Provinsi Olahraga, Pembangunan Lingkungan berbasis landscape, Peningkatan Investasi, Pengembangan Usaha dan Pariwisata, Penanggulangan Kemiskinan, Infrastruktur dan Konektivitas, Pendidikan, Kesehatan Untuk Semua, Perumahan dan Permukiman, Stabilitas Keamanan dan Ketertiban, dan Kedaulatan Pangan.

“Saya sangat berharap RKPD Sumsel  2018 menjadi pedoman kita bersama untuk mensinergikan rencana pembangunan baik di jajaran pemerintah Sumatera Selatan, kabupaten/kota, maupun lintas wilayah sehingga arah pembangunan kita akan mengarah pada satu tujuan,” tegas Alex.

Sementara, hadir dalam pembukaan ini, Deputi Bidang Pengembangan Regional, Bappenas RI, Arifin Rudiyanto, Direktur Jenderal Perimbangan keuangan, Kementrian Keuangan RI, Boediarso Teguh Widodo, Ketua DPRD Sumsel H.M. Giri Ramanda, Plt. Sekda Provinsi Sumsel Joko Imam Sentosa, para Bupati/Walikota se-Sumsel, para Staf Ahli, Asisten, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Deputi Bidang Pengembangan Regional, Bappenas RI, Arifin Rudiyanto memaparkan tentang perencanaan pembangunan jangka menengah dan jangka panjang dimana infrastruktur ekonomi dan sosial menjadi bagian yang tidak terpisahkan.

Direktur Jenderal Perimbangan keuangan, Kementrian Keuangan RI, Boediarso Teguh Widodo memaparkan tentang konsep departemen keuangan untuk mewujudkan dana alokasi khusus bagi daerah-daerah yang lebih berkeadilan.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penyerahan penghargaan Pangripta Sriwijaya dan Sriwijaya CSR Award oleh Gubernur Sumsel kepada pemenang yakni penghargaan Sriwijaya CSR Award terbaik I diraih oleh PT. Bukit Asam Tbk, terbaik II PT. Medco E&P Indonesia Rimau- Asset dan terbaik III diraih PT. Conocophillips. Sementara, Penghargaan Pangripta Sriwijaya kategori Kabupaten terbaik I diraih Kabupaten Muara Enim, terbaik II Musi Rawas, dan terbaik III Kabupaten Lahat. Sementara, untuk kategori Kota terbaik diraih Kota Pagar Alam. (rill)

LEAVE A REPLY