Kemasan “Bingen” Untuk Palembang Emas

637

Palembang sebagai kota tertua di Indonesia, memiliki potensi sumber daya yang mumpuni untuk dikembangkan menjadi tempat wisata di kota Palembang. Salah satunya adalah pasar terapung Sungai Sekanak, Kelurahan 22 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil. Tatkala orang berbondong-bondong pada wilayah tersebut, tak kurang  dari 14 unit perahu kayu berukuran sekitar 3 meter memadati pinggiran Sungai Sekanak. Berisi berbagai jenis jajanan, puluhan perahu menjajakan cemilan kepada para warga sekitar. Pasar Terapung Sungai Sekanak Palembang ini pun mendadak sontak mengundang perhatian para warga dan pengendara sepeda motor yang lewat. Tak sedikit dari mereka yang turun ke pinggiran sungai hanya untuk melihat, berfoto dan membeli jajanan di pasar terapung.

Walikota Palembang, H.Harnojoyo, mengemukakan kegiatan ini mengingatkan pada masa lalu, dimana kita sangat terkenal dengan perdangan melalui jalur sungai, dan pasar terapung Sungai Sekanak akan dijadikan sebagai pilot project untuk menghidupkan denyut perdagangan sungai di Kota Palembang, tutur orang nomor satu di Kota Pempek.

Lebih lanjut,  Harnojoyo menambahkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan mengembalikan fungsi aliran Sungai Musi seperti sedia kala, yaitu sebagai sarana transportasi dan mampu meningkatkan perekonomian warga Palembang. Saat surut, air Sungai Musi akan masuk ke sini. Kita akan buat tim untuk melakukan normalisasi sungai ini.

Program Pasar Terapung ini rencananya akan dimulai dari sepanjang aliran Sungai Sekanak Palembang, yaitu dari Jalan Merdeka hingga Jalan Demang Lebar Daun (DLD) Palembang dan ke seputaran Kapten A. Rivai Palembang. Kehadiran Pasar Terapung ini juga akan menjadi salah satu destinasi Kota Palembang dan akan diperluas lagi hingga ke beberapa anak Sungai Musi di Palembang. Para pedagang juga akan menjual beberapa jenis makanan tradisional, seperti pempek Palembang, model, tekwan, dan lainnya. “Kita himbau agar para pedagang mendatangkan hasil-hasil makanan atau produk dari daerah masing-masing,” ujarnya.

Dalam mensukseskan program ini, Pemkot Palembang akan melakukan berbagai pembenahan, baik dalam menyediakan fasilitas pasar terapung, pembersihan aliran sungai hingga bantuan ke pedagang pasar terapung. Harnojoyo menambahkan, apabila program ini sukses, Pemkot Palembang akan mengembangkan pasar terapung ke aliran sungai lainnya, seperti Sungai Bendung dan Sungai Aur Palembang. “Kalau bisa nanti kolam retensi di dekat Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah Palembang menjadi muara pasar terapung,”katanya.

Harnonojoyo menerangkan, bahwa saat ini pihaknya terus berupaya mengembalikan fungsi sungai melalui kegiatan gotong royong yang rutin dilaksanakan setiap Minggu pagi.

Karena pada zaman bingen (zaman dulu) terkenal dengan seribu anak sungainya.

Agar pilot project ini berhasil, maka perlu dukungan dari semua pihak, karena saat ini masih banyak kekurangan, mulia dari air sungai yang masih kotor dan belum tersosialisasi dengan baik akan keberadaan pasar terapung. Walikota Palembang berjanji akan terus melakukan pembersihan sungai, menyediakan dermaga khusus, intinya sembari berjalan akan terus dilakukan perbaikan terhadap kekuarangan yang ada, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Palembang Harnojoyo langsung mencoba transaksi pada pasar terapung sungai sekanak, dengan penuh semangat ia membeli beberapa makanan seperti’ kelepon, dan lain-lain, sambil berbincang  dengen beberapa pedagang yang menggunakan perahu pada pasar terapung di Sungai Sekanak. (PalembangEMAS)

LEAVE A REPLY