Misteri Benua Hilang

227

Para ilmuwan yakin telah menemukan sisa-sisa sebuah benua kuno yang ternggelam di bawah Samudera Hindia. Berlokasi di suatu tempat antara India dan Madagaskar.

Benua kecil bernama Mauritius yang luasnya sekitar seperempat Madagaskar itu ada sampai sekitar 85 juta tahun yang lalu, ketika India dan Madagaskar jaraknya masih sangat dekat dari sekarang.

Namun akibat tarikan gravitasi yang kuat, India dan Madagaskar mulai bergerak terpisah, dan Mauritius mulai meregang dan putus.

Petunjuk pertama tentang keberadaan benua kuno itu diketahui pada 2013 lalu. Ketika itu para ilmuwan mulai menyadari bahwa beberapa bagian dari Samudera Hindia memiliki tarikan gravitasi yang lebih kuat dari yang lain.

Menurut para ilmuwan, akibat tarikan gravitasi yang sangat kuat itu terciptalah kerak atau jurang yang semakin lama semakin lebar.

Penghitungan titik koordinat itu akan meningkatkan akurasi semua informasi spasial di seluruh Australia untuk berbagai layanan termasuk transportasi, navigasi pribadi, dan survei.

Menurut pejabat Geoscience Australia, Dan Jaksa, pembaruan data ini sangat penting sebab ada perbedaan antara posisi saat ini dengan koordinat yang dipakai oleh Global Navigation Satellite Systems, seperti GPS. ” Garis benua memang tetap, tapi seiring berjalannya waktu, posisi itu dibandingkan dengan posisi GPS dapat membuat perbedaan, sehingga kita sangat perlu mengubahnya,” tutur Jaksa. Data baru penyesuaian ini akan dikeluarkan awal tahun depan. Tapi akan didasarkan pada proyeksi untuk 2020.

Satu teori menyebutkan bongkahan tanah akibat proses terpisahnya India dan Madagaskar itu tenggelam ke dasar laut dan muncullah teori benua kuno tersebut.

Penelitian lebih lanjut menemukan Mauritius mengalami tarikan yang sangat kuat dan kemungkinan benua itu sendiri berdiri di sebuah daratan kuno.

Meskipun pulau ini usianya hanya delapan juta tahun, beberapa kristal yang ditemukan di pantainya usianya mencapai tiga miliar tahun. Kristal itu diperkirakan tertarik keluar dari dasar laut oleh aktivitas gunung berapi. ” Ini seperti plastisin; ketika benua yang membentang menjadi lebih tipis dan terpecah,” kata Martin Van Kranendonk dari University of New South Wales kepada New Scientist. ” Potongan-potongan tipis inilah yang tenggelam di bawah laut,” tambahnya. Mauritius bukan satu-satunya benua paling tua di dunia. Ilmuwan juga menemukan bukti lain di dekat Islandia dan Australia Barat.(Sumber: Metro.co.uk)

 

LEAVE A REPLY