Dikubur 8 Tahun Jasad Masih Utuh

488

Kekuasaan Allah Swt kembali ditunjukkan saat proses pemindahan makam yang terkena pembangunan jalan tol Pejagan-Pemalang, tepatnya di tempat pemakaman umum (TPU) Gang Widuri, Desa Adiwerna RT 14/RW 7 Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Ada 184 makam yang terpaksa dipindahkan karena terkena proyek nasional itu.

Seperti diberitakan radartegal.com, saat terjadi pemindahan makam di TPU tersebut, Sabtu (7/1), warga dikejutkan dengan pemandangan salah satu jasad yang sudah dikubur selama delapan tahun, masih utuh. Jasad tersebut adalah almarhum Ibu Unen. Bahkan kain kafan pembungkusnya pun hanya kotor kecokelatan karena tanah.

Sontak temuan itu menjadi perbincangan warga sekitar dan menyebar dari mulut ke mulut. Namun, sebuah akun bernama Aridin Bae di Facebook membuatnya menjadi viral.

Aridin lantas menuliskan status terbaru dalam akunnya di Facebook. “SUBHANALLAH…Kisah nyata budene Adi ipare aku makame kena gusur jalan Tol lokasi sebelah wetane Dr Yit. adiwerna wis 8 tahun dikubur jasad karo mori esih wutuh..barang di telusuri amaln apa Waktu esh urip…Jare keluargane deweke seneng maring bocah yatim. Terus maring sing lanange mbakti ora pernah mbantah. subhanALLAH..”

Artinya kurang lebih adalah kisah nyata tentang jasad yang masih utuh terbungkus dalam kain kafan setelah delapan tahun. Dan setelah ditelusuri tentang amalnya semasa hidup, ternyata almarhumah dulunya adalah orang yang sering beramal ke anak yatim dan selalu patuh pada suami. Kontan hal itu langsung mengundang reaksi ribuan netizens yang tidak hanya mengomentari, tetapi juga meneruskannya. Ribuan orang juga menyukai status itu.

Rata-rata netizen merasa takjub terhadap kebesaran Allah. Tak sedikit pula akun yang mengomentari perilaku dan keseharian almarhumah semasa hidupnya yang dikenal baik, penyayang anak yatim, berbakti dan tak pernah membantah suaminya.

Sebelumnya di komplek makam yang sama juga terdapat makam mantan Bupati Tegal Herry Soelistyawan. Makamnya terpaksa dipindah karena tergusur proyek tol.

Kakak kandung mendiang Herry, Herdi Suratman (71), mengatakan, seluruh pemegang hak atas makam telah mendapatakan uang ganti-rugi. ”Dari hasil kesepakatan rapat terakhir, masing-masing pemegang hak atas makam mendapatkan uang senilai Rp 2.100.000,” katanya.(Sumber:jpnn)

LEAVE A REPLY